Lombok Post
Headline Metropolis

Mereka Bakal Bertarung!

RAPAT PANSEL-SIR
VERIFIKASI: Ketua Pansel Muazar Habibi (tengah) memimpin rapat verifikasi calon Sekda Kota Mataram di sekretariat Pansel Kota Mataram, Senin (8/8).

MATARAMA�– Resmi, empat pejabat akan bertarung memperebutkan kursi sekretaris daerah (Sekda) Kota Mataram. Mereka adalah H Effendi Eko Saswito, H Khalid, H Mutawalli dan H Kemal Islam. Keempatnya dinyatakan lolos seleksi administrasi Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Mataram, pada rapat pleno, Senin (8/8).

a�?Karena jumlah peserta lebih dari tiga orang, maka proses seleksi bisa dilanjutkan,a�? kata Anggota Pansel Prof Zainal Asikin saat rapat.

Empat pejabat ini merupakan pejabat internal Pemkot Mataram. Tidak ada tambahan penantang dari luar pemkot.

Kepala Bakesbangpoldagri NTB HL Syafii batal mendaftar pada Sabtu (6/8) lalu. Padahal sebelumnya, ia menjadi salah satu pejabat yang mengambil formulir. Sebelum penutupan, Syafii bahkan dikabarkan akan mendaftar, tapi tanpa alasan yang jelas ia batal nyalon.

Terkait hal ini, Ketua Pansel Sekda Kota Mataram Muazar Habibi mengatakan, lowongan sekda memang selalu sedikit pelamar. Kondisi ini terjadi hampir di semua daerah.

Pada awal pembukaan, pejabat antusias ingin melamar. Tapi di tengah perjalanan, mereka menghilang. Akibatnya hanya sedikit calon yang bisa diseleksi. a�?Begitu hari H, minim. Krisis pelamar,a�? sesal Muazar.

Penyebabnya, karena ada opini yang terbangun di kalangan birokrasi bahwa posisi sekda sebenarnya sudah ditentukan sejak awal. Kepala daerah seperti gubernur, bupatiA� dan wali kota sudah punya kandidat sendiri. Dugaan ini memberikan dampak psikolgis bagi para pejabat lain. Mereka kemudian tidak jadi mendaftar.

Padahal, kata akademin Universitas Mataram ini, yang berkonsultasi hampir 10 orang. Baik yang dari Pemkot Mataram, Pemprov NTB, Pemda Lombok Barat dan Lombok Tengah.

a�?Melihat perkembangan dan mungkin pertimbangan politis, mereka tetap tidak mendaftar,a�? kata dosen FKIP ini.

Baginya, opini itu salah. Sebab tim pansel bertemu dengan kepala daerah hanya satu kali saat penerimaan. Artinya selama seleksi mereka bekerja secara independen. Tidak ada intervensi kepala daerah selama seleksi.

Dengan hanya empat orang pelamar, menurutnya kondisi ini sangat minimalis dalam perebutan posisi sekda. Sebab yang akan dipilih tiga orang, dan hanya satu yang akan digugurkan pansel.

Selain meloloskan empat pelamar, Pansel juga melakukan perubahan jadwal seleksi. Perubahan ini dilakukan karena disesuaikan dengan jumlah peserta yang ikut. Dimana jadwal sebelumnya dibuat dengan asumsi peserta akan lebih dari lima orang. Sehingga butuh waktu hampir satu bulan, dan tiga nama baru akan diserahkan tanggal 29 Agustus.

Tapi setelah perubahan, hasil seleksi akan diserahkan kepada wali kota tanggal 16 Agustus mendatang. Setelah pansel mengajukan tiga nama terbaik. Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh tinggal memilih salah satunya.

Kemudian wali kota bersurat kepada Gubernur NTB tentang satu nama yang dipilih. Setelah itu diproses selanjutnya sampai pelantikan. a�?Empat nama ini akan diumumkan di media massa sebagai uji publik,a�? janjinya.

Mulai saat ini sampai tanggal 15 nanti, Pansel akan menerima masukan dari masyarakat sebagai bentuk sharing dan masukan. Habibi meminta kepada semua masyarakat berpartisipasi, memberikan informasi pada pansel terkait empat kandidat tersebut.

Masukan itu akan dijadikan bahan pertimbangan pansel. Dalam memberikan informasi, ia menyarankan agar masyarakat juga melampirkan indetitas jelas dan fakta-fakta penunjang untuk menghindari fitnah.

a�?Insya Allah Pansel akan menjaga nama baik pemberi informasi,a�? kata psikolog ini.

Masukan yang diberikan juga sebaiknya bukan urusan pribadi antar individu, tetapi profil mereka selama menjabat sebagai pemimpin. Untuk ini, pansel juga akan memilah, mana masalah yang berhubungan dengan pribadi, keluarga dan pekerjaan.

Masukan masyararakat ini akan dipertanyakan lagi pada empat kandidat saat wawancara mendalam dengan para calon.

a�?Dari yang empat ini mereka terbaik, tapi dari terbaik ini hanya ada tiga besar yang akan dipilih,a�? ujarnya.

Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, tanggal 10 Agustus keempat pejabat akan menjalani tes pertama. Mereka akan diminta menulis makalah dengan tulisan tangan di lokasi dengan tema yang ditentukan panitia. Diantaranya terkait peningkatan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN), penataan aset daerah, inovasi baru dalam pembentukan karakter ASN, perumusan kebijakan pembangunan, dan peningkatan koordinasi dalam pengelolaan sarana pra sarana pemerintah.

Para kandidat nantinya tinggal memilih salah satu tema yang disediakan. a�?Saat tes ini, teman-teman (wartawan) bisa meyaksikan langsung,a�? ujarnya.

Ia menegaskan, semua proses seleksi akan dilakukan secara terbuka. Hanya tes wawancara intersif yang tertutup. Sebab di sana ada masalah-masalah pribadi yang akan ditanyakan.

a�?Saya permaklumkan hal ini dari sekarang,a�? terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Mataram Mutawalli mengatakan, dirinya sudah sangat siap bersaing dengan kandidat lain. Sebab Ia merasa mampu untuk menjalankan tugas seorang sekda. Pengalaman meniti karir birokrasi dari bawah menjadi modal utamanya.

Selama 26 tahun ia sudah merasakan pahit manis di birokrasi. Mulai dari pangkat golongan penata muda (III/a) hingga Pembina Utama Muda (IV/c). Juga pengalaman memimpin instansi dari eselon V.a hingga eselon II.b.

Artinya Mutawalli sudah tahu bagaimana memimpin internal birokrasi di Kota Mataram. a�?Saya ini pejabat dari bawah, bukan pejabat karbitan,a�? tegasnya.

Ia mengaku saat ini tengah memperisapkan diri mengikuti proses seleksi. Mulai dari belajar membuka-buka buku dan merefleksikan pengalamannya selama ini.

Tapi mengenai terpilih dan tidaknya menjadi sekda, semua ia serahkan kepada takdir.

Selain Mutawalli, tiga pejabat lain juga siap bertarung dengan segudang pengalaman dari bawah. Diantaranya Kepala Dishubkominfo H Khalid yang memulai karir sebagai lurah, camat, kepala badan dan kini menjadi kepala dinas.

Ada juga Kepala Dinas Pertamanan H Kemal Islam yang memulai karir sebagai Kaur di Kantor Camat Gunung Sari, Lombok Barat hingga memimpin Dinas Pertamanan Kota Mataram saat ini.

Juga ada Asisten II Effendi Eko Saswito yang kini dipercaya sebagai Plt Sekda Kota Mataram. Eko digadang-gadang menjadi kandidat paling kuat. Tidak hanya berpengalaman di birokrasi, ia juga pernah mencicipi dunia politik.

Meski tidak seperti tiga pesaingnya, tapi pengalaman dan kepemimpinan Eko akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wali kota untuk memilihnya. (ili/r6)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post