Lombok Post
Tanjung

Najmul Akhyar : Investor Harus Ikuti Aturan

Tinjau
TINJAU: Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar (pakai peci) saat melihat langsung ayunan yang menjadi ikon Gili Trawangan dan sudah dibongkar.

TANJUNG – Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menegaskan, pemkab terbuka terhadap investor. Salah satunya terkait penyediaan air bersih di Gili Trawangan.

“Kita mengacu pada aturan. Siapa yang mungkin berdasarkan aturan silakan, yang mau datang dan aturan memungkinkan juga silakan,” ujar Najmul, kemarin (8/8).

Saat ini penyediaan air bersih di Gili Trawangan masih disuplai PT Berkah Air Laut (BAL). Perusahaan ini merupakan satu-satunya penyedia air bersih di Trawangan untuk. Sementara investor lain yang berminat yakni PT Berjaya Lombok Tirta (BLT). Kini PT BLT tengah melakukan kajian untuk merealisasikan rencana investasi tersebut.

“Intinya kita mengikuti aturan saja. Tidak berdasarkan keinginan sendiri,” tegas Najmul.

Sementara, PT BAL sendiri sudah beroperasi meskipun belum memiliki izin operasional di Trawangan. Ini terjadi karena ada perbedaan tafsir mekanisme pengambilan sumber air laut. Terkait ini, Najmul mengatakan, selama ini PT BAL memang mau menyetorkan retribusi ke daerah. Akan tetapi karena belum ada dasar hukum maka daerah tidak mau menerimanya.

“Masih ada aturan yang diperdebatkan. Saya harap semuanya segera jelas, agar yang lengkap izinnya segera diberikan jalan dan yang tidak harus ditertibkan,” tandasnya. “Prinsipnya sesuai aturan saja,” imbuhnya.

Sementara itu, PT BAL dalam expose di KPPT beberapa waktu lalu menjelaskan, izin operasional di Trawangan saat ini tengah berproses di Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Untuk mekanisme pengambilan air yang saat ini sedang berlangsung di Trawangan sudah mendapatkan rekomendasi teknis dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I.

Sedangkan pertimbangan lainnya juga mengacu pada Permen PU PR RI Nomor 01/PRT/M/2016 tentang tata cara pengusahaan sumber daya air dan penggunaan sumber daya air bab I, pasal 1 ayat 2 kajian terhadap dampak pengambilan air terhadap sumber air laut sesuai dengan dokumen lingkungan hidup yang disampaikan PT BAL (UKL/UPL tahun 2012). Artinya, tidak terdapat dampak negatif yang berarti terhadap sumber air dan ekosistem laut.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto mengatakan, keberadaan investor sangat penting. Karena Lombok Utara adalah daerah yang sedang membangun.

“Kalau untuk pengadaan air bersih, investor bisa bekerjasama dengan PDAM,” pungkasnya. (puj/r9)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost