Lombok Post
Metropolis

Pak Ahyar Sudah Ngebet

AHYAR-SIR
H Ahyar Abduh bersama pasangannya H Mohan Roliskana dilantik menjadi wali kota dan wakil wali kota Mataram

MATARAMA�– Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengaku sudah tidak sabar untuk memutasi pejabat. Tapi karena aturan, ia harus menahan diri.

a�?Ingin tapi saat ini tidak boleh,a�? kata Ahyar, kemarin (9/8).

H Ahyar Abduh bersama pasangannya H Mohan Roliskana dilantik menjadi wali kota dan wakil wali kota Mataram pada 17 Februari 2016. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Kepala daerah dilarang melakukan mutasi sebelum enam bulan menjabat.

Pada tanggal 17 Agustus, masa kepemimpinan AhyAr akan genap enam bulan. Sehingga boleh melakukan mutasi.

Meski demikian, Ahyar mengaku tidak bisa buru-buru memutasi pejabat. Sebab banyak pertimbangan agar mutasi tersebut tidak menyalahi aturan.

a�?Kalau (bisa) mau kita cepat, tapi kan ada aturan Pansel dulu,a�? keluh Ahyar.

Dalam mutasi kali ini, ia kemungkin akan banyak memberikan peluang kepada pejabat muda. Mereka bisa meningkatkan karir secara kompetitif melalui seleksi. Pejabat eselon III bisa melamar menjadi eselon II.

Selain itu, pemkot juga sedang menunggu penyesuaian terhadap perubahan organisasi perangkat daerah. Hal ini masih jadi pertimbangan, apakah ia akan mutasi sesuai dengan kewenangan setelah enam bulan. Atau menunggu setelah selesainya peraturan daerah tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

a�?Makanya bagaimana bisa saya cepat melakukan mutasi,a�? ujar Ahyar.

Kepada para pejabat yang ingin naik jabatan ia meminta tidak galau. Tidak boleh memusingkan soal mutasi. Sebaiknya mereka fokus bekerja, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Soal mutasi itu menjadi urusan kepala daerah.

Prinsipnya, seorang ASN harus siap ditempatkan dimana saja untuk mengabdi. Ahyar tidak ingin program pemerintah terganggu gara-gara birokrasi yang sibuk mengurus diri dan jabatannya.

Ia mengingatkan, bahwa hal ini akan menjadi bahan penilaiananya ke depan. a�?Kenapa harus galau-galau, kan sudah risiko kita menjadi pejabat, kerja yang baik sajalah,a�? pungkasnya. (ili/r6)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost