Lombok Post
Metropolis

Pengusaha Besar Kalah Taat

PBB-SIR
PAJAK: Salah seorang warga membayar PBB di kantor Dispenda Kota Mataram, Selasa (9/8).

MATARAMA�– Tingkat partisipasi masyarakat dalam gebyar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tinggi. Tapi, sebagian besar didominasi wajib pajak kecil. Sementara partisipasi pengusaha atau wajib pajak bernilai besar masih tergolong rendah.

Menurut Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi, para pengusaha besar biasanya masih menunggu dan baru akan membayar di akhir-akhir jatuh tempo, 29 Agustus mendatang.

a�?Mereka masih kita tunggu sambil terus kita lakukan upaya-upaya penagihan,a�? kata Syakirin.

Selama gebyar, jumlah wajib pajak yang datang membayar terus meningkat. Jika pada hari biasa hanya 600 orang wajib pajak, tapi sejak gebyar mencapai seribu orang per hari.

Meski terjadi peningakatan partisipasi, tapi realisasi masih belum memuaskan. Sebab jumlah setoran mereka tergolong kecil. Tapi justru mereka lebih taat bayar pajak.

Syakirin menyebutkan, realisasi PBB hingga Senin (8/8) lalu mencapai Rp 11 miliar lebih atau 56 persen dari target Rp 19 miliar di APBD murni. Bertambah sekitar Rp 3 miliar dari Rp 8 miliar sebelum dimulainya gebyar PBB.

Pada APBD Perubahan, target PBB direncanakan akan bertambah menjadi Rp 22 miliar dari potensi Rp 25 miliar lebih.

Untuk menggenjot realisasi agar mencapai target, Dispenda mengerahkan seluruh pegawai untuk all out. Pelayanan tetap buka selama satu minggu penuh. Bahkan di hari libur pelayanan juga tetap buka.

Pegawai ditargetkan dapat menagih pajak tiga orang setiap hari. Selain itu, wajib pajak juga bisa membayar pajak lewat Bank NTB. (ili/ton/r6)

Berita Lainnya

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost