Lombok Post
Giri Menang

Peninggalan Dijaga, Ajaran Wetu Telu Ditinggalkan

DIPERBAIKI: Sejumlah warga memperbaiki atap dari rumah adat peninggalan tradisi Wetu Telu, di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Lobar.

Tradisi unik Wetu Telu, tidak saja terdapat di Kabupaten Lombok Utara. Di Lombok Barat, tepatnya Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, masih tersimpan rapi sisa-sisa tradisi Wetu Telu peninggalan nenek moyang.

***

HELMI, yang juga menjadi generasi ke enam dari penjaga rumah adat mengatakan, tradisi Wetu Telu di Karang Bayan ada karena perpindahan penduduk. Dahulu, banyak penduduk Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang pindah ke Karang Bayan Lombok Barat.

a�?Bisa dibilang kalau nenek moyang orang-orang di Karang Bayan ini, memang berasal dari Bayan sana,a�? kata dia.

Karena itu, ketika dulu warga Karang Bayan mengadakan acara acara yang berkaitan dengan tradisi Wetu Telu, maka mereka akan tetap meminta restu dari tokoh adat di Bayan.

Perjalanan dari Karang Bayan menuju Bayan tentu tidak semudah sekarang. Terkadang membutuhkan waktu hingga satu bulan lamanya untuk menuju Bayan.

a�?Jalan kan masih jalan kaki, lewat hutan-hutan, jadi lama,a�? jelasnya.

Namun tradisi Wetu Telu sudah tidak lagi dijalankan. Hilangya tradisi tersebut dikarenakan masuknya ajaran Islam yang dibawa Sunan Ampel.

Perlahan tapi pasti, ajaran-ajaran Wetu Telu yang bertentangan dengan Islam, mulai dihilangkan. “Yang masih bertahan itu yang tidak bertentangan dengan Islam. Seperti pernikahan,a�? kata Helmi.

Pria 59 tahun ini menjelaskan, selain tradisi nyongkolan, terdapat ritual adat yang masih bertahan hingga sekarang, yakni ketika teruna dan dedara (muda-mudi) yang akan menikah, dimandikan di sungai.

Ritual tersebut, kata Helmi, bermakna sebagai menyucikan diri bagi kedua mempelai, sebelum memasuki rumah mertua dan orang tua. a�?Itu salah satu tradisi Wetu Telu yang masih bertahan,a�? katanya.

Dengan adanya peninggalan sejarah yang masih terjaga dengan baik, Hemi berharap bisa dimanfaatkan pemerintah. Bisa menjadi alternatif wisata untuk menarik wisatawan mancanegara ke Lombok Barat.(Wahidi Akbar S., Giri Menang*/r6)

Berita Lainnya

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost