Lombok Post
Kriminal

Dituding Bobol ATM, Ngaku Cuma Hobi

JUMPA PERS : Yan Mangandar P dan Ni Luh Putu Sukreni melakukan jumpa pers terkait dengan dugaan pembobolan ATM Di Gili Air yang menjerat Yulee Stevanov di Lesehan Gading, kemarin (10/8).

MATARAM – Yan Mangandar P dan Ni Luh Putu Sukreni kuasa hukum Yulee Stavanov, warga Bulgaria yang dituduh terlibat dugaan pembobolan ATM di Gili Air angkat bicara terkait kasus yang menjerat kliennya. Mereka berpendapat polisi telah menzalimi kliennya.

a�?Banyak fakta-fakta yang disampaikan oleh pihak kepolisian itu tidak sesuai,a�? ujarnya kepada wartawan di Mataram kemarin (10/8).

Menurutnya, alat skimmingA� yang dipasang oleh kliennya semata-mata ingin mengetahui kinerja mesin ATM. Dimana, Yulee itu hanya hobi untuk melakukan perekaman.

a�?Klien saya ini karena hobi di perfileman dan hunting, sehingga dirinya memasang alat tersebut di mesin ATM,a�? jelasnya.

Yan menerangkan, alat tersebut didapat melalui situs jual beli online di Filipina. A�Alat tersebut kemudian dipasang di Gili Air, Senin (11/7) lalu. Dua hari berikutnya, Yulee menyambangi bilik ATM tersebut. Namun, alat tersebut hilang. dan tidak mampu dimanfaatkan oleh Yulee.

a�?Karena hilang, Yulee memasang kembali alat tersebut,a�? ungkapnya.

Selanjutnya, kata Yan, Jumat (15/7) Yulee bertolak ke Bali melalui penyebrangan laut. Namun, keburu tertangkap oleh pihak kepolisian di Pelabuhan Padang Bai, Bali.

a�?Dengan jenjang waktu itu, Yulee belum dapat melihat hasil percobaannya,a�? ungkapnya.

Karena itulah Yan menampik jika kliennya dikaitkan dengan kasus serupa yang dilakoni warga Bulgaria lain di Bali.

a�?Memang mereka sama-sama dari Bulgaria. Tapi, mereka tidak saling mengenal sama sekali,a�? ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan penyewaan bilik ATM di salah satu SPBU di Lobar, Yan menyebut bukan Yulee yang melakukannya. Melainkan rekannya asal Korea bernama Lim Hong.

a�?Yulee hanya memfasilitasi Lim Hong untuk menyewa bilik ATM itu,a�? ujarnya.

Biaya penyewaan bilik ATM tersebut dibayar seharga Rp 15,5 juta. Dengan luas tanah sebesar 1,5 meter.

a�?Bukti pembayarannya itu ada di Yulee. Karena, Lim Hong tidak lagi berada di Lombok,a�?jelasnya.

Seperti diketahui Yulee ditangkap polisi atas dugaan upaya pembobolan data nasabah. Polisi meyakini alat skimmer yang dipasang di ATM tersebut merupakan upaya Yulee untuk mencuri data nasabah.

Terkait pembelaan kuasa hukum tersebut Kasubdit II Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie mengatakan hal tersebut merupakan hal yang wajar. Ia, meyakini apa yang telah dilakukan polisi sesuai aturan yang berlaku.

a�?Kita punya alat bukti yang sah berdasarkan KUHAP,a�?ungkapnya. A�(arl/r3)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost