Lombok Post
Metropolis

DPR Angkat Tangan

Anggota Komisi XI DPR RI Willgo Zainar

MATARAMA�a�� Kecemasan pengurangan dana transfer daerah oleh Menteri Keuangan kian menjadi. Terlebih, DPR RI tak bisa memberi jaminan bahwa NTB akan selamat dari aksi pemotongan tersebut.

Domain pemotongan yang sepenuhnya urusan ekskutif menjadikan DPR juga angkat tangan. Para wakil rakyat yang terhormat tak bisa memberi garansi bagi NTB.

a�?Pemotongannya langsung oleh eksekutif, kita tidak bisa monitoring postur mana yang akan dikurangi atau daerah mana saja yang akan terkena pemangkasan dana transfer tersebut,a�? kata Anggota Komisi XI DPR RI Willgo Zainar kepada Lombok Post, kemarin.

Willgo yang juga duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memang berharap agar pembahasan terkait rencana pemangkasan anggaran itu bisa dilakukan bersama DPR RI. Sehingga, rasionalisasi anggaran bisa transparan dan akuntabilitasnya bisa dipertanggungjawabkan.

a�?Kita gak bisa monitoring padahal kami juga berharap DPR bisa diajak bicara sebenarnya,a�? jelas anggota DPR dari Partai Gerindra asal NTB ini.

Artinya, ia tidak bisa menjanjikan atau memastikan bahwa NTB tidak akan terkena imbas dari rencana pemangkasan anggaran tersebut. Willgo sendiri mengaku khawatir jika pemangkasan itu nantinya akan berimbas pada keberlanjutan program prioritas di Bumi Gora.

a�?Kita juga tidak mau nantinya pemangkasan ini justru mengakibatkan beberapa mega proyek seperti Global Hub, Samota, dan KEK Mandalika menjadi terkendala pembiayaannya,a�? kata Willgo.

Di satu sisi, ia hanya bisa mengingatkan Pemprov NTB agar merencanakan kebijakan anggaran yang efisien di tengah kondisi fiskal seperti sekarang. Terutama jika ternyata NTB memang terkena imbas pemangkasan dana transfer daerah dan dana bagi hasil tersebut. Padahal, postur APBD NTB masih bergantung pada APBN.

a�?Kita berharap DPRD provinsi dan daerah harus sikapi dengan baik. Jangan belanja overspending sementara dukungan pusat jauh berkurang. Ruang fiskal kita sempit,a�? pesan Willgo.

Ia juga berharap, Pemprov lebih aktif lagi menggali potensi asli daerah dari berbagai. Ini untuk mengurangi ketergantungan pada pusat. a�? Kita berharap pemda membuat prioritas belanja yang diutamakan pada APBDP. Kondisi di tahun 2017 juga belum tentu lebih baik, jadi harus cermat,a�? pungkasnya.

Diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan merombak postur APBNP 2016 dengan memangkas belanja hingga Rp 133,3 triliun. Pemerintah akan mengurangi belanja kementerian dan lembaga Rp 65 triliun dan dana transfer daerah Rp 68,8 triliun.

Sementara, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengaku tidak terlalu khawatir dengan kebijakan tersebut. Kalaupun dana transfer di NTB ikut dipangkas, beberapa program masih bisa dilakukan efisiensi.

Selama ini, kata gubernur, Pemprov terus melakukan efisiensi. a�?Sebagai contoh, kita tidak jadi membangun gedung baru di komplek kantor gubernur. Itu kan nilainya besar mencapai Rp 30 miliar lebih dan itu juga bagian dari efisiensi,a�? kata dia.

Ia hanya berharap, kebijakan pemotongan APBN 2016 yang dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak mempengaruhi program prioritas daerah yang menggunakan dana dari pusat.

“Kita akan komunikasi dengan pusat terkait program prioritas daerah seperti infrastruktur, transportasi dan pertanian diharapkan tidak dipotong anggarannya,a�? kata gubernur kepada Lombok Post, kemarin.

Ia meyakini, pemotongan APBN 2016 tidak akan dilakukan sembarangan oleh pusat. Kebijakan itu lebih pada upaya meniadakan program-program yang dinilai tidak prioritas. Sehingga, bisa lebih mengedepankan program yang prioritas. (uki/r10)

Berita Lainnya

Situs Tua Ambruk Lagi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost

Uang Nomor Dua, Paling Penting Lingkungan Bebas Sampah

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Bangunan Tua Itu Perlu Direnovasi

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post