Lombok Post
Sumbawa

Pengajuan PAW Partai Golkar

DIBERHENTIKAN: Wakil Ketua DPRD Sumbawa A Rachman Alamudy menunjukan surat pemberhentian dari partai golkar, belum lama ini.

SUMBAWA – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Wakil Ketua DPRD Sumbawa A Rachman Alamudy dan Agus Salim belum bisa dilaksanakan. Karena, mereka tengah menempuh upaya hukum atas pemecatannya dari partai.

Hal itu diketahui dari hasil bimbingan tekhnis (Bintek) pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sumbawa ke Jakarta pada 3 hingga 6 Agustus lalu. Kementerian Dalam Negeri menyebutkan proses PAW bisa dilaksanakan jika tidak ada gugatan hukum dan konflik internal di partainya.

Hasil Bimtek ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbawa H Ilham Mustami. Salah satunya terkait Bimtek yang membahas tentang sistem informasi manajemen PAW sesuai PP No 16 tahun 2010. Saat itu, narasumber Ikhsan Dirgahayu, dari Kementerian Dalam Negeri.

Menurut H Ilham, ada satu poin yang dinilai menjadi salah satu jawaban dari polemik yang terjadi di DPRD Sumbawa. Khususnya dalam proses PAW. Anggota partai politik diberhentikan partainya dan yang bersangkutan mengajukan gugatan maka belum bisa diproses.

a�?PAW baru sah setelah adanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap,a�? kata H Ilham.

a�?Saya kira PAW ini sesuai hasil bintek semuanya sudah jelas,a�? ujar politisi Hanura ini.

Poin lain, PAW anggota DPRD tidak bisa dilaksanakan jika sisa masa jabatan anggota DPRD yang digantikan kurang dari enam bulan. KonsekuensinyaA� kursi keanggotaan DPRD dimaksud kosong hingga berakhirnya masa jabatan anggota DPRD.

a�?Masa jabatan anggota DPRD pengganti antar waktu, yakni melanjutkan sisa masa jabatan anggota DPRD yang digantikan,a�? terang dia.

Sementara, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa H Farhan Bulkiah akan menunggu proses hukum yang ditempuh keduanya itu. Mantan Ketua DPRD Sumbawa periode 2009-2014 itu menanggapi santai hasil Bimtek tersebut.

a�?Ya, saya rasa tidak ada yang baru dan formal-formal saja. Prosesnya memang seperti itu. Ya kita komit mengikuti aturan hukum dan aturan main yang ada,a�? kata H Farhan, kemarin (10/8).

Meski harus menunggu adanya keputusan hukum tetap, Farhan mengaku bersyukur kubu Rachman dan Agus mengajukan gugatan ke pengadilan. Sehingga diyakini proses hukum itu akan berjalan cukup cepat.

Terkait gugatan hukum yang ditujukan kepada kubunya, H Farhan mengaku optimis akan menang. Apalagi pengacara yang telah ditunjuknya memiliki pengalaman dan memenangkan perkara serupa di Mataram.

a�?Saya sangat serius menghadapi proses hukum ini dan yakin pasti menang,a�? katanya. (aen/r1)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya