Lombok Post
Metropolis

Plat Kendaraan Dinas (Randis) Mataram Paling Parah

RANDIS-SIR
RANDIS: Mobil dinas DR 13 AK Diskoperindag Kota Mataram yang memiliki plat sama dengan randis Asisten III Setda Kota Mataram.

MATARAMA�– Urusan plat kendaraan dinas (Randis) di Kota Mataram kacau balau. Masih adanya randis dengan plat sama, DR 13 AK menjadi salah satu contoh.

Diduga randis dengan plat sama juga masih ada. Sumber Lombok Post mengungkapkan, hal ini disebabkan pemberian nomor plat kendaraan kacau dan tidak sesuai aturan.

a�?Pengaturan plat randis sesuai urut-urutan dinas, paling ambudarul Pemkot Mataram,a�? kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya ini.

Dalam Peraturan Kepala Kepolisian RI Nomor 4 Tahun 2006 tentang Penomoran Kendaraan Bermotor, dan Peraturan Kepala Kepolisian RI Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor. Diatur susunan nomor registrasi kendaraan bermotor dinas pejabat kabupaten/kota sebagai dengan urutan; angka registrasi 1 untuk bupati/wali kota, angka 2 untuk wakil bupati/wakil wali kota, angka 3 untuk ketua DPRD, angka 4 untuk kepala Kejaksaan Negeri, angka 5 untuk ketua pengadilan negeri, dan angka 6 sampai dengan 99 untuk pejabat lainnya sesuai urutan pejabat di masing-masing kabupaten/kota.

Tapi kenyataanya, penomoran mobil pejabat tidak sesuai dengan aturan tersebut. Seperti mobil dinas wakil wali kota dengan plat DR 5 AA mestinya nomor 2, dan randis ketua DPRD Kota Mataram dengan plat DR 2 AA mestinya nomor 3. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Mataram selaku dinas teknis harusnya mengikuti aturan agar tidak ada lagi plat randis yang sama.

Plt. Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito meminta kepada BPKAD segera menyelesaikan persoalan ini. Terutama randis yang masih memiliki nomor registrasi sama seperti DR 13 AK. Apapun kendala di lapangan, badan pengelola selaku badan yang diberikan amanah harus menyelesaikannya.

a�?Itu sekarang dibenahi oleh BPKAD, segera harus diselesaikan,a�? katanya.

Terkait plat randis DR 13 AK yang sama, Kepala Bagian Umum Setda Kota Mataram Hj Baiq Nelly Kusumawati menjelaskan, masalah nomor kendaraan dinas antar SKPD tidak lagi menjadi tanggung jawab bagian umum. Semua sudah menjadi tanggung jawab BPKAD Kota Mataram.

a�?Kan bukan urusan saya lagi tapi urusan aset,a�? katanya.

Menurutnya, randis yang digunakan Asisten III Hj Baiq Evi Ganevia adalah kendaraan baru. BPKAD harusnya memahami bahwa randis yang lebih dahulu memiliki DR 13 AK adalah yang digunakan Diskoperindag.

Jika ingin ditukar mestinya plat kendaraan lama harusnya diganti terlebih dulu oleh BPKAD. Bagian umum sendiri sudah menyerahkan berita acara lengkap, dan melaporkan apa saja yang hilang. Tinggal diselesaikan bagian aset.

“Apapun alasannya dia (BPKAD) harus clearkan,a�? tegasnya. (ili/r6)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost