Lombok Post
Headline Metropolis

Calon Sekda Dicecar Pansel

UJI PANSEL MUTAWALLI-SIR (1)
VISI MISI: Calon sekda Kota Mataram H Mutawalli (kanan) menjelaskan visi misinya kepada para anggota Pansel saat tes wawancara isi makalah, Kamis (11/8).

MATARAMA�– Memasuki tes kedua, para calon sekda Kota Mataram dicecar dengan berbagai pertanyaan oleh panitia seleksi (Pansel). Satu per satu calon sekda ini dipanggil ke ruang pansel untuk mempresentasikan makalahnya, Kamis (11/8).

Mereka dites secara terpisah, H Mutawalli dan Kemal Islam mendapat giliran presentasi pada pagi hari. Sementara H Khalid dan Effendi Eko Saswito diuji pada siang hari.

Mendapat giliran pertama, H Mutawalli cukup menggebu-gebu menjelaskan visi misinya. Jika ditunjuk sebagai sekda, ia ingin memperbaiki disiplin pegawai. Baginya kedisiplinan merupakan salah satu wujud revolusi mental.

a�?Harus ada penerapan law enforcement (penegakkan hukum) untuk disiplinkan pegawai,a�? katanya.

Mutawalli menyoroti lemahnya pengawasan disiplin pegawai saat ini. Penerapan absensi sidik jari masih memiliki banyak kekurangan. Misalnya, ada pegawai yang hanya rajin absen tapi suka keluyuran, ada pegawai yang lupa absen tapi kinerjanya bagus.

Sehingga perlu ada pengawasan yang berjenjang dan berkesinambungan. Yang ditegur tidak hanya pegawai, tetapi juga atasan yang lalai mengawasi anak buahnya. Dengan demikian ia akan bertanggungjawab penuh terhadap disiplin bawahannya.

Pansel tidak mau kalah, para calon sekda dijebak dengan pertanyaan dan logika-logika. Anggota Pansel Muhammad Suruji menyalahkan Mutawalli yang setuju memberi penghargaan kepada pegawai yang kurang disiplin tapi hasil kerjanya bagus. Menurut Suruji, hal ini bertentangan dengan visi misi Mutawalli sendiri.

a�?Mestinya tidak boleh diberikan penghargaan,a�? kata Suruji.

Ketua Pansel Dr Muazar Habibi juga tidak mau ketinggalan mengetes keberanian Mutawalli. Apakah ia berani memaksa kepala daerah mengganti pejabat yang kinerjanya buruk. Khususnya kebijakan yang bersifat politis. Tapi Mutawalli menjawab hanya akan memberikan masukan, ia tidak berani terlibat terlalu jauh dalam kebijakan politis.

Demikian juga dengan H Kemal Islam. Ia dicecar dengan banyak pertanyaan, termasuk mempertanyakan prestasinya selama menjadi kepala dinas. SepertiA� Dr Iwan Harsono, salah satu anggota pansel mempertanyakan terobosan yang telah dibuat Kemal saat menjadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kepala dinas pertamanan. Sebab di dalam visi misinya, Kemal ingin membuat pelayanan yang prima.

Sementara Suruji menyoroti kinerja Kemal dalam mengurus taman dan pohon tumbang yang kerap memakan korban. Salah satu kasusnya ketika seorang siswi meninggal tertimpa pohon saat acara MTQ Nasional berlangsung di Mataram.

Ia juga menyoroti presentasi Kemal yang isinya terlalu teknis, sampai mengurus masalah taman yang belum disemprot, seakan-akan tidak percaya pada bawahan. Fungsi asisten juga tidak pernah disentuh. Suruji menilai, kapasitas Kemal bicara bukan sebagai seorang sekda, tapi kepala dinas.

a�?Anda seperti tidak percaya bawahan, tidak terjadi distribusi pekerjaan, kan anda mau jadi sekda,a�? katanya.

Menjawab hal ini, Kemal mengatakan, semua sudah ada tugas dan fungsi masing-masing. Sehingga ketika ia menjadi sekda, tentu semua bagian akan fungsikan. a�?Sama, tidak ada bedanya dengan SKPD sudah ada pembagian tugas,a�? jelasnya.

Ketua Pansel Dr Muazar Habibi mengatakan, proses tes ini mematahkan anggapan beberapa pihak bahwa mereka adalah calon suruhan. Sebab dalam presentasinya, mereka sangat serius. Memiliki visi misi yang jelas dan jawaban mereka sangat natural. Perpaduan teori dengan pengalaman empiris sebagai birokrat.

Menurutnya, setiap jawaban menunjukkan keseriusan para calon. Selama sesi wawancara tidak ada jawaban yang mengada-ada. Para calon juga mengungkapkan kekurangan-kekurangan sekda sebelumnya, khususnya dalam hal kedisiplinan.

a�?Kalau suruhan, tidak mungkin mereka bisa jawab dengan teratur dan tepat,a�? katanya.

Dr Iwan Harsono mengatakan, semua calon sekda mampu menjawab pertanyaan yang diberikan pansel. Mengenai pantas dan tidaknya mereka menjadi sekda, Iwan mengaku masih harus menilai semuanya terlebih dahulu. a�?Kita nilai dulu, baru kita rekap,a�? ujarnya.

Semua peserta bagus, dari sisi pemahaman mereka tentang fungsi sekda mereka sudah cukup memadai. Tapi kesimpulan belum bisa diambil sebab masih ada wawancara mendalam. Setelah itu baru tim pansel akan membuat keputusan, siapa saja yang layak masuk ke dalam tiga besar. (ili/r6)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost