Lombok Post
Metropolis

Ini Dia Hadiah Ultah Kota!

LATIF
Kepala Dinas Budpar Kota Mataram, Abdul Latif Najib, kemarin (11/8).

MATARAMA�– Setelah dikritik karena mengajukan konsep Detail Engineering Design (DED), terlalu mini oleh Wali Kota Mataram, akhirnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, kembali ke konsep awal. Yakni, membangun Balai Kebudayaan dengan luas mencapai empat hektare (ha).

a�?Kita dapat anggaran 2,4 Miliar tapi ini harus dipotong 10 persen. Ini juga kayaknya tidak cukup untuk bangun bencingahnya saja,a�? kata Kepala Dinas Budpar Kota Mataram, Abdul Latif Najib, kemarin.

Bencingah Balai Kebudayaan sendiri memiliki luas 48 meter persegi. Lengkap dengan ornamennya. Bangunan balai kebudayaan sendiri akan punya tiga bangunan utama di samping bencingah. Diantaranya, Masjid, Bale Lauq (Rumah Selatan) dan Bale Daye (Rumah Utara). a�?Makanya kita perkirakan ini, bisa selesai dalam dua sampai tiga tahun,a�? ulasnya.

Namun, Latif optimis pengerjaan Balai Kebudayaan yang sepenuhnya bertumpu pada DAK, dapat restu dari kementrian pusat. Sinyal itu diyakini sudah ada. Karena itu, mereka berani menargetkan lelang bisa cepat selesai. Sehingga peletakan batu pertama, bisa dilakukan persis di momentum perayaan ulang tahun Kota Mataram 31 Agustus nanti.

a�?Saya sampaikan pada tim, bagaimana caranya agar peletakan batu pertama (pengerjaan proyek Balai Kebudayaan) bisa dilakukan pada saat HUT Kota Mataram,a�? bebernya.

Mengutip penjelasan Latif lebih lanjut, Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh sebelumnya juga berharap Balai Kebudayaan kedepan bisa mengakomodir banyak event-event baik sekala lokal hingga Nasional di Kota Mataram.

Pemanfaatan bangunan baik itu Bale Lauq dan Bale Daye bisa diperuntukan untuk kegiatan dari nyongkolan hingga bumi perkemahan. Sementara, bencingah bisa dijadikan sebagai pusat kegiatan-kegiatan nasional.(cr-zad/r6)

Berita Lainnya

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost