Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

LPS Koperasi Bakal Dibentuk

CATAT: Seorang petugas koperasi mencatat uang masuk di koperasinya belum lama ini. Dalam waktu dekat, Kementerian Koperasi dan UKM RI bakal membentuk LPS pada Koperasi Simpan Pinjam.

MATARAM – Kementerian Koperasi dan UKM RI akan membentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dikhususkan pada koperasi simpan pinjam (KSP). Dengan adanya LPS ini, maka akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada anggota yang menyimpan dananya di KSP.

Sementara bagi karyawan KSP, dengan adanya LPS akan mempermudah pekerjaannya dalam mencari anggota baru. Lantaran calon anggota tentunya akan melihat track record KSP tersebut. Serta memastikan bahwa dananya akan aman disimpan di KSP.

a�?Kami di pusat sedang perjuangkan pembentukan LPS pada KSP,a�? kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM RI Braman Setyo, kemarin (11/8).

LPS koperasi nantinya dibentuk secara spesifik melalui Peraturan Pemerintah (PP). PP itu akan mengatur aturan main LPS koperasi. Misalnya batas maksimum penjaminan, hingga aturan premi.

LPS koperasi ini juga dibentuk sesuai dengan iklim koperasi. Artinya, jika dikaitkan dengan batas maksimum penjaminan, tentu saja tidak sebesar yang ada di ketentuan LPS perbankan. Yang saat ini dipatok Rp 2 miliar.

a�?Dari skala (penjaminan simpanan) mungkin tidak besar, sekitar Rp 100 hingga Rp 500 juta,a�? terangnya.

Menurut Braman, sistem LPS akan dibuat sentralistik. Jika tidak, ditakutkan akan muncul oportunistik dari pihak tertentu. Misalnya ada koperasi yang memilih premi lebih kecil, atau suku bunga penjaminan yang besar.

a�?Pengendaliannya tetap di pusat,a�? imbuh Braman.

Terkait dengan anggaran untuk pendirian LPS, dijelaskan masih melakukan negosiasi antara pemerintah dan pelaksana LPS. Bisa saja masuk PABN atau APBN-P seperti yang dilakukan pada pembentukan LPS perbankan.

Anggota DPR RI Komisi XI H Willgo Zainar membenarkan wacana tersebut masih dibahas di DPR RI. Menurutnya LPS sangat penting untuk melindungi koperasi simpan pinjam. Karena jenis koperasi tersebut menghimpun dana pihak ketiga (DPK). Meskipun dana dari masyarakat pada koperasi terbilang kecil, namun itu tetap harus dijamin.

a�?Saya kira ini sangat positif,a�? ujarnya.

Menurutnya dengan adanya LPS ini, ketika koperasi merugi maka anggota tidak akan terkena resiko. Karena dananya telah dijamin oleh LPS koperasi. Setidaknya, pengaturan baru ini akan memunculkan kepercayaan masyarakat kembali pada koperasi.

a�?LPS koperasi dapat menjadi insentif agar orang mau berhimpun di koperasi. Serta terhindar dari kasus penipuan,a�? tandasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost