Lombok Post
Giri Menang

Pembangunan Wisata Terkendala Listrik

BAHAS PARIWISATA: Lokakarya mengenai ketahanan energi dan perubahan iklim guna menambah pasokan listrik NTB khususnya Lobar, beberapa waktu lalu.

NTB memiliki banyak destinasi wisata. Selain indah, budayanya juga menarik. Sayangnya, itu semua tidak didukung pasokan energi yang cukup. Sehingga, sulit berkembang dan masih kalah jauh dari Bali.

***

LOMBOK Barat memiliki puluhan gili menawan. Beberapa diantaranya digadang sebagai halal honeymoon destination. Seperti di Gili Nanggu, Sudak hingga Gili Gede.

Sayangnya, kondisi ini tidak didukung ketersediaan energi yang memadai. Padahal energi merupakan faktor pendukung utama pengembangan pariwisata.

Sejauh ini, NTB khususnya Lobar mengalami krisis energi. Padahal di Lobar telah tersedia tiga instalasi mikrohidro pembangkit tenaga listrik. Salah satunya,A� tersedianya PLTU Jeranjang sebagai pemasok energi listrik.

Namun pada kenyataannya, masih saja terjadi krisis energi listrik. Padahal dari minihidro saja bila dikerjakan dengan benar, dapat diperoleh 96 megawatt listrik.A� Sementara hingga 2015, kapasitas yang terpasang seluruh energi terbarukan hanya mencapai 14 megawatt.

Tak banyak yang tahu jika keterbatasan pasokan energi juga disebabkan oleh perubahan iklim.A� Iklim memiliki pengaruh besar pada ketersediaan sumber daya terbarukan. Pengaruh ini akan terus merembet hingga sektor lainnya.

Mengatasi permasalahan ini, pemerintahA� mencoba melakukan Pembangunan Selaras Iklim melalui program Climate and Development Knowledge Network (CDKN). Program ini dibangun oleh pemerintah Inggris dan Belanda untuk mengembangkan jejaring pengetahuan bagi Negara berkembang. A�Indonesia salah satu diantaranya.

Di Indonesia,A� terpilih tiga provinsi yang menjalani program ini. Yaitu di Aceh, NTB dan NTT.

Di Aceh, A�CDKN mendukung penelitian oleh Global Canopy Programme bersama Wildlife Conservation Society mengenai jasa lingkungan hutan. Sementara di NTT, bekerja sama dengan Gewrmanwatch dan Insttitute for Essential Services Reform serta Yayasan Pikul dan Gang Motor Imut. Sedang di NTB, CDKN mendukung penelitian Mitigation Momentum.

Perwakilan CDKN, Mochamad Indrawan mengatakan, NTB merupakan wisata kelas dunia. Namun terkendala pasokan listrik.

Kendala ini juga menghalangi perkembangan ekonomi setempat. Lobar menjadi salah satu destinasi wisata NTB yang masih kekurangan pasokan listrik.

Mengatasi hal ini diperlukan penguatan ketahanan energi yang disinkronkan dengan perubahan iklim. Pemerintah maupun masyarakat belum banyak memahami bahwa pengembangan energi baru dan terbarukan.

A�Sejauh ini masih banyak masyarakat yang belum sama sekali paham mengenai bahaya perubahan iklim,A� ujar Indrawan.

Perubahan iklim memerlukan pengetahuan mengenai adaptasi, mitigasi, pembangunan berkelanjutan. Interaksi antara ketiganya yang dikenal sebagai pembangunan selaras iklim.

Seperti contoh, perubahan iklim mengakibatkan kenaikan air muka laut,A�ketersediaan stok ikan, perubahan pola tanam, hingga ketersediaan energy terbarukan. Hal ini yang harus ditanggapi melalui aksi-aksi mitigasi dan adaptasi.

Program CDKN ini juga ditanggapi positif oleh beberapa pemerhati pendidikan. Salah satunya, Rosmaliati Muchtar yang merupakan dosen di Universitas Mataram.

Wanita yang akrab dipanggil Ros tersebut menambahkan, bahwa inisiatif setempat seperti pembangunan mikrohidro yang bersifat di luar jaringan PLN dapat di bangun (off-grid), dapat dibangun agar pembangkitan listrik dapat keberlanjutan. Masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada PLN.

Ia melanjutkan, penguatan ketahanan energi dan menanggulangi perubahan iklim tidak mungkin terjadi tanpa penyiapan SDM sedini mungkin. Saat ini, Unram sedang membangun Center of Excellence (Pusat Kepiawaian) untuk mempersiapkan SDM sedini mungkin. “Dimulai dari tahapan lulusan SMA,A� pungkasnya.(FerialAyu,Giri Menang*/r6)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost