Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Peserta Baru Dapat Santunan Penuh

SERAHKAN: Kepala Kantor Cabang Perintis (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Lombok Tengah Rachman Wahyu Hidayat (empat dari kanan), secara simbolis memberikan santunan kematian dan hari tua kepada ahli waris kemarin (11/08).

PRAYA – Walau baru menjadi peserta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, peserta yang meninggal dunia tetap terima santunan penuh. Santunan penuh ini diberikan kepada Sahmin, istri tenaga kerja atas nama Darmisah.

Darmisah adalah Kepala Dusun Surebaye Daye Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. a�?Peserta ini baru 4 bulan jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan , kemudian meninggal Juli 2016 lalu dikarenakan sakit,a�? kata Kepala Kantor Cabang Perintis (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Lombok Tengah Rachman Wahyu Hidayat kemarin (11/8).

Nominal uang yang diberikan Rp 24.172.630,- A�terdiri dari JHT Rp 172.630,- dan JKM Rp 24 juta. Pemberian santunan JHT dan JKM diwakili Kepala Kantor Cabang Perintis (KCP)A� Lombok Tengah.

a�?Walau baru menjadi peserta 4 bulan, 1 bulan ataupun 1 hari, tenaga kerja tetap mendapatkan perlindungan,a�? terangnya.

Ia menjelaskan ini adalah salah satu hak tenaga kerja jika mengalami suatu risiko seperti kematian saat masih aktif bekerja. Dengan pemberian santunan ini, diharapkan dapat meringankan beban ahli waris saat pencari nafkah mengalami risiko.

Santuan jaminan kematian terdiri atas santunan kematian Rp 16,2 juta, santunan berkala yang dibayarkan sekaligus Rp 4,8 juta, dan biaya pemakaman Rp 3 juta.

Istri dan keluarga dari tenaga kerja yang meninggal terharu. Mereka bersyukur saat menerima santunan. a�?Santunan ini kami gunakan untukA� biaya pemakaman dan pengajian, a�? kata Sahmin.

Pada hari yang sama, BPJS Ketenagakerjaan memberikan simbolis dana JHT dari peserta bernama Jariah, pekerja pada Karya Teguh Dua Toko. Ini merupakan salah satu wujud kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta. Dikarenakan Jariah tidak mampu mengurus klaim JHT secara langsung akibat sakit yang dideritanya.

Pekerja ini sudah menjadi peserta sejak Januari 2011 hingga September 2012 dan baru melakukan klaim tanggal 5 Agustus 2016. Total dana JHT Jariah yang terkumpul sebesar Rp 1.745.230.

Iuran JHT merupakan tabungan peserta saat pensiun, berhenti bekerja, cacat total tetap atau meninggal dunia. Iuran JHT sebesar 3,7 persen dari pemberi kerja dan 2 persen dari tenaga kerja dikumpulkan setiap bulannya. JHT seutuhnya murni dari kumpulan iuran setiap bulan peserta dan hasil pengembangan dari BPJS Ketenagakerjaan, tanpa ada pemotongan. (nur/*/r4)

Berita Lainnya

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost