Lombok Post
Metropolis

PKL Bandel Bikin Rusak Taman

MATARAM – Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram H Kemal Islam mengaku pihaknya mengalami banyak kerugian karena ulah PKL yang berjualan di taman kota. Akibat aktivitas para PKL ini banyak tanaman di taman yang mati terinjak-ijak.

a�?Kalau mereka berjualan di luar taman, ya tidak ada masalah, tapi ini mereka asal gelar saja lapaknya semaunya, bunga yang sudah di tanam bagus-bagus jadi rusak,a�? keluh Kemal.

Nilai kerugian di taksir Kemal mencapai puluhan juta rupiah. Ia mencontohkan, dalam satu kali pengadaan tanaman bunga hias, satu taman bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp 100 juta. Sedangkan pengadaan stok bunga pengganti yang rusak, Rp 200 juta.

a�?Kalau yang rusak 30 persennya saja, maka sudah bisa diperkirakan kerugian mencapai Rp 30 jutaan, itu belum di taman lain,a�? ulasnya.

Untuk diketahui, Dinas Pertamanan Kota Mataram mengelola tak kurang dari 61 taman di Kota Mataram. Baik kategori, kecil, sedang dan besar. Sementara hampir di semua taman kategori besar dan sedang ada PKLnya. Hanya saja, Kemal menolak dinilai teledor. Ia menyebut persoalan itu menjadi tanggung jawab Satpol PP Kota Mataram.

a�?Di samping itu kita memang terus berinovasi, mencari cara agar bunga-bunga aman dari gangguan PKL, misal dengan memagarinya,a�? ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati mengatakan, pihaknya memang berharap PKL nakal bisa ditindak lebih keras. Bahkan bila perlu memidanakan mereka. Supaya ada efek jera.

a�?Harusnya bisa langsung dilakukan penindakan. Ada Bidang Penindakan Hukum satpol PP yang membawahi PPNS yang bisa memberikan tindakan hukum,a�? jelasnya.

Selama ini, satpol PP diminta melakukan penertiban biasa saja. Tidak sampai membawa ke ranah hukum. Padahal, kata Bayu, itu tidak membuat jera PKL. Aksi mereka bahkan makin menjadi-jadi. Tak hanya main kucing-kucingan, bahkan ada yang berani beradu mulut dan melawan aparat.

A�a�?(Penindakan dilakukan) bila dinas terkait merasa terganggu. Atau kita juga bisa tindak langsung. Nanti kita hadirkan kepala wilayah setempat yang memiliki kewenangan penataan PKL,a�? ulasnya. (cr-zad/r4)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost