Lombok Post
Feature

Ini Bukan Soal Ketenaran dan Uang!

F-BOOOK
ASAL SWEDIA: Maher Zain menggelar jumpa pers di Hotel Le Grandeur, kemarin (14/8) sebelum konser malam ini di Dome Balikpapan.ANGGI PRADITHA/KALTIMPOST

Maher Mustafa Maher Zain menjadi penyanyi yang cukup populer di Indonesia. Lirik lagunya yang menyentuh dan penuh nilai religi dibalut dengan suara khas yang menyejukkan. Bagaimana kisah Maher Zain di dunia musik internasional? Berikut laporannya.

***

BARU saja mendarat di Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, Maher langsung diajak ke salah satu restoran oleh promotor, Minggu (14/8). Sore itu dia menyantap kepiting saus lada hitam. Kenyang melahap kuliner Kota Minyak, dia menuju Hotel Le Grandeur.

Hotel itu menjadi lokasi jumpa pers sebelum konser di Balikpapan. Ya, pria kelahiran Lebanon pada 16 Juli 1981 itu show sekaligus memamerkan album ketiganya, One.

Sesampainya di hotel, awak media yang telah berkumpul sempat mengabadikan foto kedatangannya. Namun, Maher langsung menuju kamar untuk menjalankan salat Ashar. Setelah itu, dia kembali ke lobi untuk menemui wartawan.

Tampak santai mengenakan t-shirt hitam dipadukan jeans biru serta topi putih dia menjawab pertanyaan yang diberikan jurnalis selama lebih 15 menit. Maher bercerita, kali pertama menulis lagu pada 2006. Saat itu dia sekaligus menjadi produser rekaman bagi penyanyi R&B asal Amerika Kat DeLuna, serta menulis lagu untuk Harris J.

Dijuluki sebagai Michael Bubble syariah, selain pandai menyanyi dia juga penulis lagu, komposer, sekaligus produser. Termasuk dalam album yang dirilisnya. Namun, saat ditanya apakah pernah bermimpi menjadi seorang penyanyi besar? Dengan wajah semringah dia menjawab tidak.

a�?Saya tidak berpikir untuk menjadi sebuah bintang besar yang diikuti banyak orang. Dan bukan pula tentang jumlah uang yang saya dapatkan. Saya hanya ingin memberikan apa yang saya bisa lakukan. Menjadi begitu dekat dengan Allah SWT dan rasul,a�? ungkapnya.

a�?Dan musik adalah bahasa universal. Begitu mudah diterima dan dipahami,a�? sambungnya.

Dari sekian banyak lagu yang ditulis, Maher mengaku begitu menyukai lagu Always be There (2009). Yang dibuat bersama rekan-rekannya. Awalnya, lirik lagu mengenai ungkapan cinta kepada seorang perempuan. Tetapi kemudian sedikit berubah dan lebih memaknai keberadaan Tuhan.

a�?Lagu percintaan merupakan lagu yang jamak diciptakan. Yang bercerita tentang Anda, (kaum) perempuan. Karena rasa sakit akibat perselingkuhan dan mencari seseorang yang selalu ada di sana untuk Anda. Tapi saya ingin lagu ini mengungkapkan rasa cinta kepada Allah seperti halnya Anda mencintai perempuan tersebut,a�? paparnya.

Maher disebut memiliki viewer mencapai lebih dari 1 miliar di YouTube dan 26 juta fans global. Sekitar 6 jutanya fans dari Indonesia. Di negeri ini dia telah mendapatkan perhatian sebesar 250 ribu keping CD terjual untuk album pertamanya Thank You Allah (2009).

Album tersebut begitu booming dan membuat orang-orang menyukainya. Empat kali sudah Maher bertandang ke Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Banda Aceh sudah pernah disinggahi. Tur pada 2016 begitu padat, diawali Turki, Malaysia, Indonesia, Kanada, Lebanon, dan Arab Saudi.

Tahun ini sekaligus showcase untuk album ketiganya yaitu One (2016). Untuk Indonesia, showcase bertajuk Maher Zain One Indonesia digelar Jakarta, Balikpapan, Jogjakarta, Palembang, dan Makassar.

Pertama kali menginjakkan kaki di Kota Minyak, dirinya ingin lebih dekat dari fans. Terlebih Balikpapan juga merupakan daerah dengan populasi muslim yang besar. Melalui musik dia ingin menyampaikan makna yang terkandung dalam Alquran dan mengajak orang agar lebih dekat dengan sang Khalik.

Rilisnya album ketiganya One juga menjadi momen yang menandai kerja sama perusahaan rekaman Awakening Records dengan Universal Music Indonesia.

a�?Dalam showcase ini saya tidak sekadar bernyanyi, tapi juga mengajak penonton duduk bersama dan bercerita tentang album terbaru saya. Nama album, One juga memiliki makna seperti halnya Tuhan, tiap individu, dan satu keluarga besar,a�? terang penyanyi yang pernah berkolaborasi dengan Piyu Padi itu.

Tak seperti biasa, nuansa lagu begitu berbeda, diperkaya perpaduan musik khas Afrika. Latar setting video juga mengambil gambar benua Afrika yang telah ditonton lebih 1 juta orang.

Menurut Dodot Twi Widodo, pihak perwakilan Awakening Records di Indonesia, Maher merupakan penyanyi yang begitu ramah dan terbuka. Dia memiliki makanan favorit yang kerap dipesan kala berada di Indonesia yaitu ubi cilembu. Menurutnya ubi cilembu merupakan makanan terenak karena rasa manis yang natural dan baik bagi kesehatan. (ULIL KHAZAN/Balikpapan/r6)

Berita Lainnya

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Bilik Bercinta di Tempat Pengungsian yang Tinggal Cerita

Redaksi Lombok Post

Pengalaman Dramatis Pendaki Terjebak Gempa di Gunung Rinjani (1)

Redaksi Lombok Post

Mereka yang Tetap Tegar Menghadapi Gempa di Sambelia

Nasihat Mendiang Ayah Menjadi Pegangan Hidup Zohri

Mengunjungi Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter Muda NTB yang Sabet Juara Dunia

Melihat Festival Layang-Layang Raksasa di Pantai Loang Baloq

Kisah Penambang yang Lolos dari Lubang Maut Sekotong (1)