Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Bupati Salahkan PDAM, PPKAD Bela Diri

Bupati dompu H Bambang M Yasin

DOMPU – Polemik dana penyertaan modal PDAM Dompu makin runcing. PDAM dan PPKAD belum ada titik temu. Bahkan, mereka saling menyalahkan.

Bupati Dompu H Bambang M Yasin terpaksa angkat bicara. Ia mengatakan, persoalan itu bisa dibicarakan dengan baik tanpa harus dipublikasikan.

a�?Kepala PDAM orang birokrasi. Massa tidak bisa menyelesaikan persoalan dengan baik,a�? kata Bambang, kemarin (14/8).

Ia menegaskan, dana penyertaan modal PDAM sebesar Rp 2 miliar tersebut hingga saat ini masih di PPKAD. Selama ini, pihak PDAM tidak pernah meminta untuk dicairkan.

a�?Wajar saja dana itu tidak direalisasikan PPKAD, karena tidak pernah diminta oleh PDAM,a�? ungkapnya.

Sementara, Kepala PDAM Syamsul Huriah mengaku, sering mempertanyakan pencairan dana penyertaan modal di PPKAD. Namun tidak pernah ditanggapi serius. Pihak PPKAD juga terkesan tidak peduli dengan anggaran itu.

a�?Sudah seringkali kita pertanyakan, tapi tidak pernah ada kepastian,a�? tegasnya.

Ia mengaku, harusnya awal tahun 2016 dana itu sudah dicairkan. Tapi hingga saat ini belum juga direalisasikan.

a�?Kami juga bingung kenapa anggarannya tidak dicairkan. Padahal APBD-P sudah mulai dibahas,a�? ungkapnya.

Ia mengatakan, saat ini PDAM hanya bisa memanfaatkan dana operasional untuk membiayai dan memenuhi pelayanan. Sementara untuk program pelayanan yang berskala besar belum mampu dilaksanakan, karena keterbatasan anggaran.

a�?Tanpa dana pernyataan modal, kegiatan PDAM tidak akan berjalan dengan maksimal,a�? jelasnya.

Sementara Kepala PPKAD Dompu Muhibuddin membantah jika PDAM pernah meminta dana tersebut. a�?Kalau PDAM minta sudah jelas kita kasih, karena itu hak mereka,a�? jelasnya.

Terkait batas pencairan anggaran, ia menegaskan, tidak ada batas waktunya. Terpenting tidak lewat dari tahun 2016.

a�?Meskipun APBD-P sudah dibahas, tidak menutup kemungkinan anggaran itu tidak bisa dicairkan. Karena batas pencairannya sampai Desember mendatang,a�? tandas Muhibuddin. (jw/r1)

Berita Lainnya

Rusunawa Nelayan Terkendala Lahan

Redaksi LombokPost

Panel Limit, Risha Krodit

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post