Lombok Post
Sumbawa

Diusut Kejaksaan, Ambulance Emergency Tetap Beroperasi

TETAP DIOPERASIKAN: Ambulance milik RSUD Sumbawa yang sedang diusut kejaksaan tetap dioperasikan.

SUMBAWA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa tengah mengusut dugaan korupsi pengadaan ambulance emergency di RSUD Sumbawa.

Kendati diusut, pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu. Bahkan, ambulance yang sedang dibidik lembaga adiyaksa ini tetap dioperasikan.

Direktur RSUD Sumbawa dr Selvi mengatakan, ambulance emergency sudah dioperasikan. Digunakan untuk pasien yang harus mendapatkan perawatan intensif secara terus menerus.

Seperti pasien yang bermasalah dengan pernapasan. Bermasalah dengan jantung, dan pasien yang tidak sadarkan diri.

a�?Kami pernah mengantarkan pasien menggunakan ambulance emergency hingga ke Kupang, NTT,a�? aku Selvi.

Ia menuturkan, saat itu pelabuhan di Bima sempat ditutup satu hari karena perbaikan.

Pasien itu harus menunggu satu hari penuh untuk bisa diberangkatkan. Selama perjalanan, sambung dia, pasien terus dirawat dan masih hidup hingga rumah sakit di Kupang.

a�?Namun, pasien tidak bisa diselamatkan karena rumah sakit di sana tidak memiliki ventilator,a�? cerita dia.

Selain itu, ada salah seorang perawat di RSUD yang terbakar akibat kompornya meledak juga diantarkan sampai ke rumah sakit di Bali menggunakan ambulance emergency.

Karena tubuh bagian atasnya terbakar, tidak memungkinkan untuk dipasangi ventilator. Akhirnya, dibuatlah lubang pernafasan di lehernya menggunakan peralatan yang ada di dalam ambulance emergency.

Di rumah sakit rujukan di Mataram, ternyata dokter bedah plastik yang ada tidak bisa menangani. Sebab, kerusakan jaringannya sudah lebih dari 30 persen.

a�?Akhirnya, korban tersebut dirujuk hingga ke rumah sakit di Bali,a�? ungkapnya.

Di Bali, pasien sempat ditangani selama dua minggu. Tapi, nyawanya tidak bisa diselamatkan.

a�?Paling tidak pasien tetap bisa ditangani dengan baik selama perjalanan,a�? katanya.

Selvi menegaskan, pelayanan tidak terganggu dengan penanganan kasus di kejaksaan.

Sebab ambulance tersebut bisa dijadikan mini Intensive Care Unit (ICU) dan bisa membantu masyarakat yang tidak bisa ditangani di Sumbawa namun harus tetap dirawat menggunakan alat penunjang hidup.

a�?Jika menggunakan ambulance biasa, tidak ada peralatan yang bisa menunjang hidup mereka,a�? tandasnya. (run/r1)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya