Lombok Post
Giri Menang

Hidup Rukun, Saling Bantu

BUKTI SEJARAH: Salah satu vihara yang menjadi bukti sejarah berkembangnya agama Budha di Desa Mereje Kecamatan Lembar.

Warga Desa Mereje hidup rukun satu sama lain.A� Meski mereka berbeda keyakinan. Rasa tenggang rasa antar umat beragama begitu terlihat jelas.

***

DESA Mereje merupakan satu dari lima desa yang terletak di dataran tinggi di Kecamatan Lembar. Di desa ini warganya menganut agama Islam dan Budha.

Penduduknya berjumlah kurang lebih dari tiga ribu jiwa. Mereka beragama Islam dan Budha. Meski berbeda keyakinan, masyarakatnya selalu hidup berdampingan dengan penuh damai. Mereka membaur menjadi satu pada setiap kegiatan desa. Bahkan tak ada ciri khas yang membedakan umat Budha dan Islam di desa tersebut.

Di Desa Mereje terdapat bangunan vihara yang tersebar di setiap dusun. Masyarakat Budha sendiri masih intens melakukan ritual keagamaan setiap harinya. Begitu juga dengan masyarakat Islam. Hal ini menjadi bukti betapa rukunnya kehidupan kedua ajaran tersebut.

Saat 2010 silam, Desa Mereje melepas Desa Mereje Timur sebagai pemekaran. Hal ini disebabkan perkembangan penduduk yang semakin padat. Meski begitu, dalam kurun waktu enam tahun, Desa Mareje TimurA� sudah mulai berkembang mengejar ketinggalan dari desa induk.

Muhrim, salah seorang tokoh desa menuturkan, di tahun 60-an populasi ummat Budha kala itu masih sangat banyak. Jika di persentasekan hampir lebih dari lima puluh persen.

Namun pada awal tahun 60an ummat muslim yang ada di sana mulai menampakkan geliat. Mereka mulai membangun sebuah musala.

Seperti di Dusun Bangket Lauk pada tahun 1976 mulai berdiri sebuah masjid. Diikuti oleh Dusun Ganjar dan dusun lainnya. Sejak itu, muslim semakin bertambah. Hal ini juga disebabkan banyak umat Budha yang mulai memeluk agama Islam.

Selain itu, pernikahan antar dua agama, serta banyaknya warga dari desa lain yang tinggal di desa ini menjadi penyebab bertambahnya penganut agama Islam.

a�?Bahkan warga Lombok Tengah sudah mulai hijrah saat itu,a�? tuturnya.

Kepala Desa Mereje Timur H Muhammad Hajran yang ditemui beberapa waktu lalu menuturkan, kedua warga saling menghormati satu sama lain. Warga Budha selalu ikut turun membantu dalam setiap kegiatan keagamaan warga Muslim, begitu juga sebaliknya.

a�?Mereka membantu acara halal bi halal dengan menyumbangkan persediaan air,a�? ujarnya.

Meski berbeda keyakinan, tambah Hajran, kedua warga selalu menjaga kerukunan satu sama lain. Hubungan persaudaraan tetap dijaga dengan baik. Dengan begitu akan melahirkan ruang sosial yang nyaman bagi keduanya. Bahkan setiap ada kegiatan selalu didiskusikan bersama

a�?Hal ini tetap berlanjut hingga saat ini,a�? pungkasnya. (Ferial Ayu, Giri Menang*/r4)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost