Lombok Post
Headline Kriminal

Hukuman Mati Tak Membuat Penyelundup Surut

PENYELUDUP NARKOBA : Terduga penyeludup sabu asal Malaysia Koo Jia Jiat, 21 tahun (kanan), Leslie Chung Wai nam (perempuan), 24 tahun (tengah) dan Wong Ying Ching (kiri), 21 tahun diperlihatkan dihadapan wartawan di ruang aual Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Mataram, kemarin (9/8).

Hukuman mati yang telah dijatuhkan untuk sejumlah gembong pengedar narkoba rupanya belum sepenuhnya efektif memberi efek jera. Buktinya para penyelundup masih saja berani membanjiri pasar narkoba di Indonesia. Termasuk daerah-daerah pariwisata seperti NTB.

***

Ceruk bisnis narkoba di NTB rupanya masih memikat. Meski hukuman mati telah dijatuhkan pada sejumlah pengedar, para penyelundup masih saja beraksi. Terakhir Selasa (9/8)A� Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) A�kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu di Lombok International Airports (LIA). Mereka adalah Koo Jia Jiat, 21 tahun, Leslie Chung Wai Nam (perempuan), 24 tahun dan Wong Ying Ching,A� 21 ketiganya merupakan warga negara Malaysia. Dari tangan mereka petugas menyita A�1.982 gram sabu.

Penangkapan in tentu menambah panjang daftar kasus penyelundupan narkoba dalam jumlah besar yang berhasil digagalkan. A�11 Oktober 2012silam, Bea Cukai pernah menangkap Kathlyn DunnA� warga Afrika Selatan yang membawa A�2,6 kilogram. A�Dua hari kemudian polisi juga menangkap A�Rolf Oskar Josef S, 57,tahun asal jerman karena membawa hasis sekitar 3,7 kilogram.

Penangkapan besar lainnya terjadi awal A�tahun 2016 A�KPPBC menangkap M. Ali asal Aceh bersama 2,7 kilogram sabu dari Malaysia. Kini ketiganya telah diputus pengadilan dengan hukuman penjara seumur hidup.

Kepala KPPBC Mataram Himawan Indarjono mengatakan, dari rangkaian kasus tersebut menurutnya NTB terutama Lomboki memiliki prospek besar dalam peredaran narkoba.

a�?Ini sudah ambang bahaya. Lombok bisa saja nantiA� dijadikan prospek peredaran narkoba,a�? ungkapnya.

Terlebih kini industri pariwisata NTB sedang menggeliat. Ramainya arus wisatawan dikhawatirkan memberi celah bagi para pengedar untuk memasarkan barang dagangannya.

a�?Tak menutup kemungkinan bahwa wisata itu dijadikan sebagai lahan untuk peredaran narkoba,a�? jelasnya.

Untuk itu, himbau Himawan, semua pihak harus bersatu padu mengantisipasi peredaran narkoba. Baik itu, dari kepolisian, TNI,A� BNN, pemerintah hingga masyarakat.

a�?Kita bisa mengantisipasi itu jika kita bersatu,a�? ungkapnya.

Himawan mengungkapkan, Mereka kerap menjadikan bandara Kuala Lumpur dan Singapura sebagai pintu keluar mereka untuk masuk ke NTB.

a�?Kami tidak tahu kenapa mereka bisa lolos di kedua bandara itu,a�? ungkapnya.

Himawan menduga,A� kemungkinan pelaku memanfaatkan pengawasan yang masih lemah di bandara tersebut. Atau mungkin mereka memang sengaja memberikan keleluasaan untukA� bagi para penyeludup untuk masuk ke Indonesia.

a�?Untuk pengawasan itu kemungkinan ada dua dugaan apakah karena pengawasan ketat atauA� sengaja memberikan lolos,a�? ujarnya.

Ada Orang Lokal Yang Terlibat

Sementara itu, Direktur Ditresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Agus Sarjito menyimpulkan, dari sekian kasus yang sudah digagalkan tidak menutup kemungkinan ada orang lokal yang terlibat. Menurutnya dari modus yang dikembangkan pelaku akan sulit mencapai sasaran tanpa melibatkan orang dalam.

a�?Pasti ada orang dalam yang terlibat,a�? ungkapnya.

Sama seperti halnya kasus yang terungkap pekan lalu. Mereka sebelumnya pernah terbang ke Lombok dua kali. Diduga, mereka mencari jalan dan bertemu dengan salah seseorang di Lombok.

a�?Kita belum ketahui yang pasti siapa orang itu,a�? ungkapnya.

a�?Mereka sudah kesini. Artinya, mereka sudah menyelam terlebih dahulu,a�? ujarnya.

Agus mengungkapkan, kondisi salah satu pelaku dalam keadaan hamil. Dan itu sempat menjadi sorotan petugas. A�(arl/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost