Lombok Post
Headline Selong

Lotim Terancam Kekurangan Anggaran

Ketua DPRD Lombok Timur (Lotim) HM Khairul Rizal

SELONG – Pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) DAN Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Lotim, baik untuk perubahan 2015 maupun 2016 dipastikan molor.

Rencana pemerintah pusat memangkas sejumlah anggaran yang disalurkan ke daerah menjadi penyebabnya. a�?Karena kita harus tahu dapatnya (anggaran) berapa,a�? kata Ketua DPRD Lotim HM Khairul Rizal, Sabtu (13/8) lalu.

Selain berdampak pada molornya agenda penting terkait keuangan dan rencana pembangunan daerah, pemangkasan anggaran juga memberi dampak signifikan lain.

Lotim yang masih sangat bergantung pada dana pusat yang dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat akan mengalami goncangan.

Pasalnya banyak proyek fisik terutama di Dikpora dan PU Lotim bakal terancam. a�?Banyak jalan dan pengerjaan fisik sekolah bisa batal,a�? katanya.

Keterbatasan anggaran yang dimiliki Lotim, dibarengi rendahnya minat investor untuk berinvestasi di daerah ini menjadikan Lotim sangat bergantung pada dana pemerintah.

Untuk solusi jangka panjang, ia mendorong pemerintah daerah tak lagi hanya menggantungkan pembangunan daerah pada uang negara dan daerah. a�?Dorong investasi sebesar-besarnya,a�? katanya.

Dibanding daerah lain, Gumi Selaparang dikatakan tertinggal. Khusus di bidang pariwisata, di saat daerah lain di NTB mulai merasakan dampak perkembangan, daerah ini justru kurang berkembang.

Kedatangan dua juta wisatawan ke NTB tahun lalu, ternyata tak banyak dinikmati daerah bermotokan Patuh Karya. a�?Bayangkan, yang datang dua juta, menginap di Lotim hanya empat ribu,a�? katanya memberi contoh.

Peluang-peluang seperti inilah menurut Rizal harus ditangkap daerah. Tidak lagi sebatas mengandalkan uang daerah yang terbatas. Tidak juga berharap bantuan pusat yang terbukti dapat dipangkas kapan saja.

Langkah daerah untuk kreatif mencari sumber pemasukan didukung pemerhati pemerintahan Akhmad Roji.

Menurut Direktur Laboratorium Masyarakat Madani NTB itu, sudah saatnya daerah menerapkan ide-ide cemerlang untuk menarik investasi sebesar-besarnya.

a�?Cara-cara lama sudah tidak zaman, pemerintah sekarang harus kreatif, dorong investor masuk dengan berbagai regulasi,a�? sarannya.(yuk/r3)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost