Lombok Post
Selong

Tetap Bayar Listrik, Penerangan Belum Optimal

PEMBANGKIT: Sebuah pembangkit di Sambelia, Lombok Timur yang sedang dalam proses pengerjaan, kemarin (14/8).

SELONG – Tarif listrik untuk setiap lampu penerang jalan di Lombok Timur (Lotim) dihitung Rp 500 ribu perbulan oleh PLN Rayon Selong.

Dengan kalkulasi tersebut, dalam smester pertama tahun ini saja, Lotim sudah menunggak lima miliar rupiah. a�?Ini terlalu besar,a�? kata Ketua Komisi III DPRD Lotim Raden Rahardian, kemarin (14/8).

Celakanya, penarikan retribusi 10 persen pada tiap pelanggan PLN Rayon Selong yang membawahi 13 kecamatan di Lombok Timur dianggap tidak mencukupi.

\Artinya, pemerintah masih harus menombok untuk membayar listrik. a�?Jelas sumbernya dari uang daerah,a�? katanya.

Masalah yang muncul bukan saja terkait terkurasnya kas daerah, dan iuran masyarakat yang sudah dipotong setiap bulan juga harus diperhatikan. Pasalnya seluruh pelanggan dipotong secara merata.

Namun fakta di lapangan, lampu penerang jalan tak tersebar rata di seluruh kawasan.

Hanya Selong sebagai pusat Ibu Kota Lotim saja yang mendominasi, ditambah beberapa ruas jalan utama. a�?Padahal mereka bayar dan butuh lampu penerangan juga,a�? katanya.

Terkait lampu, kewenangan ada di Dinas ESDM Perindag Lotim.

Dinas itu juga berkewajiban memantau setiap lampu seperti mengganti yang sudah mati atau rusak. Untuk solusi jangka panjang menurut politisi Demokrat tersebut, dinas harus terus melakukan pemasangan lampu-lampu penerang baru.

Sedang untuk mencegah makin tingginya biaya yang harus dibebankan, sesuai saran PLN, lampu merkuri saat ini harus diganti lampu berjenis LED. a�?Lampu itu konsumsi energinya lebih hemat,a�? katanya.

Hari ini rencananya Komisi II DPRD Lotim akan mendatangi Rayon Pinggabaya yang membawahi tujuh kecamatan. Mereka hendak mengumpulkan data serupa sebagai dasar pembanding.

Terkait biaya Rp 500 ribu perlampu perbulan juga masih akan dipertanyakan.

Pasalnya data sebelumnya dari Dinas PPKA Lotim menyebutkan setiap lampu dikenakan Rp 300 ribu perbulan.

a�?Mana data yang benar, bagaimana perhitungannya, itu akan kita minta, semuanya nanti akan diundang,a�? ujarnya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost