Lombok Post
Metropolis

Jual Bendera, Untungnya Mencapai Rp 50 Juta

BOK
MENUNGGU PEMBELI: Wawan merapikan dagangannya sambil menunggu pembeli di Jalan Panca Usaha, kota Mataram, kemarin (15/8).

Menjelang hari kemerdekaan Indonesia, penjual bendera menjamur di Kota Mataram. Mereka berasal dari berbagai penjuru wilayah. Termasuk luar NTB.

***

PANASNYA aspal di jalanan Kota Mataram membuat sebagian orang lebih memilih berteduh dipinggir jalan. Seorang pria paruh baya duduk di bawah deretan bendera sambil merapikan bendera kecil yang terbungkus dalam kantong plastik.

Bendera merah putih berbagai ukuran, rapi menutupi kepalanya yang disengat matahari. Angin yang lumayan kencang membuatnya sedikit sibuk merapikan dagangannya yang tertiup angin bercampur debu.

Sesekali diangkatnya kerah bajunya untuk melindungi diri dari debu. Ramai kedaraan berlalu lalang seakan menjadi layar bioskop baginya. Mau tidak mau, itulah pemandangan yang harus ia nikmati dari pagi hingga malam tiba.

Wawan namanya. Ia mengaku tiba di Lombok sejak dua hari yang lalu. Datang bersama 12 temannya. Ia ke Lombok bukan untuk liburan. Tapi berjualan bendera Indonesia menjelang hari kemerdekaan.

a�?Saya sampai sini tanggal 14 Agustus lalu bawa barang dagangan saya,a�? katanya dengan logat Sunda.

Padahal, dari Bandung ke Mataram bukanlah jarak yang dekat. Selain itu, ongkos yang harus dikeluarkan pun tidak murah. Ia dan teman temannya harus duduk berjam jam di kereta api dan berkali kali berganti alat transprtasi.

Di Mataram, Wawan bersama 12 temannya menyewa beberapa kamar kosA� di wilayah Karang Jangkong. Di sanalah dia tinggal sampai satu bulan kedepan.

“Ya lumayan jauh sih, tapi datangnya nggak sendiri,a�? ucapnya.

Satu bendera berukuran kecil dijual seharga 20.000 rupiah. Sedangkan yang berukuran paling besar ia jual seharga 60.000 rupiah. Namun ia tidak hanya menjual bendera, melainkan pernak pernik hari kemerdekaan menjadi pasar yang cukup menguntungkan baginya.

a�?Yang 90 x 60 cm harganya 20.000, kalo yang 180 x 120 harganya 60.000 rupiah,a�? jelasnya.

Wawan menuturkan, ia sudah Sembilan tahun berjualan bendera di Lombok. Ia bolak balik Mataram – Bandung hanya untuk berjualan bendera yang ia jahit sendiri.

Bermodalkan keterampilan tersebut, ia mampu meraup keuntungan sebesar 50 juta setiap kali momen kemerdekaan. a�?Yah lumayan besar sih untungnya, tapi modalnya juga tidak sedikit, sampe 100 juta,a�? ujarnya.

Modal tidak sedikit tersebutA� ia kumpulkan bersama 12 orang temannya yang kini menyebar di wilayah kota Mataram untuk berjualan Bendera. Selain itu, mereka bukanlah satu satunya pedagang bendera yang berasal dari luar Lombok. a�?Orang orang di Jawa datangnya pake tim mas,a�? jelasnya.

Padatnya persaingan di daerahnya, membuat mereka harus hari merantau selama momen kemerdekaan. Selain itu, antusias warga Mataram untuk merayakan hari kemerdekaan dinilai masih sangat tinggi, sehingga berjualan bendera di Mataram dirasa lebih menguntungkan.

a�?Kalo di Jawa masih banyak persaingan, kalo di Lombok jualan bendera pasti habis dagangan kita,a�? sebutnya. (Ivan Mardiansyah/Mataram/r6)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost