Lombok Post
Headline New Hope

Dari Alaska Tonggak Terbayang

Dahlan iskan
Dahlan iskan

SAYAA�lagi di Alaska, ujung utara benua Amerika, saat Pemred Lombok Post Jony MarthadinataA� memberi tahu saya bahwa Lombok Post berulang tahun lagi tahun ini, dan minta saya menulis untuk menyambut acara tersebut.
“Tahun lalu kan sudah. Masak tahun ini menulis lagi,” jawab saya.
“Tahun ini, ulang tahunnya berbeda, Pak Dahlan,” jawab Jony.A� “Terbit 100 halaman,” ujarnyaA� lagi.
“Hah? Hah? Hah?” kata saya dalam hati. “Lombok Post mau terbit 100 halaman?” tanya saya lagi.

Seumur hidup saya tidak pernah terpikirkan Lombok Post bisa terbit 100 halaman. Jangankan 100 halaman, bisa menerbitkan koran di Lombok saja susahnya bukan main. Bisa rutin saja alhamdulillah.

Ternyata dalam perkembangannya bisa beli mesin cetak modern. Bisa bangun gedung. Bisa melahirkan anak-anak perusahaan. Dan kini, di ulang tahun ke-25 ini terbit 100 halaman.
Alhamdulillah.
Wasyukurillah.
Allahu Akbar!

Ini tentu sejarah baru yang benar-benar baru. Baik untuk Lombok Post maupun bagi daerah ini. Sebagai media cetak Lombok Post ternyata kian maju. Bukan stagnan atau bahkan merosot. Seperti yang digambarkan secara umum.

Koran memang mendapat tantangan yang hebat dari media digital. Banyak yang meramalkan koran segera mati. Bahkan sudah banyak yang mati beneran. Tapi anak-anak muda di grup Jawa Pos percaya koran tidak akan mati.

Mereka, generasi baru di grup Jawa Pos, termasuk generasi baru di Lombok Post, sudah membuktikannya. Di tengah hebatnya media digital, koran-koran grup Jawa Pos terus berkembang. Termasuk Lombok Post yang hari ini berulang tahun.

Terbit 100 halaman hari ini adalah salah satu bukti generasi baru di Lombok Post bukan saja lebih cerdas tapi juga terbukti tidak gampang menyerah.

Koran-koran yang mati di era digital ini, kata pimpinan muda di grup Jawa Pos, memang ada kaitannya dengan masuknya era digital, tapi itu bukan penyebab utamanya. Yang membuat koran itu sampai mati sebenarnya adalah kualitas SDM dan terutama manajemennya. Kalau manajemennya sehat dan andal koran tidak akan mati.

Koran yang lahir tahun 1800-an, pernah diramal mati ketika era radio datang. Lalu diramal mati lagi ketika era televisi datang. Diramal mati sekali lagi ketika zaman internet datang.

Yang terakhir ini adalah ramalan kematian yang keempat.
Saya bangga dengan tekad generasi baru di Lombok Post. Tidak mudah menyerah. Gigih. Cerdas. Terus bekerja. Dan bikin tonggak baru selalu. Terbit 100 halaman hari ini adalah tonggak yang baru lagi.

Dari Alaska saya membayangkan betapa hebohnya seluruh awak Lombok Post. Menyiapkan tertanamnya tonggak besar yang baru ini.

Dari Alaska saya berdoa untuk Anda semua.
Selamat ulang tahun.
Dari titik 0 Amerika ini (KM 0 Alaska) saya merasa terharu dan bersyukur.
Dari daerah dingin yang kalau bulan Mei dan Juni matahari bersinar 24 jam (tidak pernah tenggelam sepanjang dua bulan) ini saya bangga.
Dari kawasan yang kalau bulan Desember dan Januari matahari tidak pernah terbit selama dua bulan ini saya mengucap: Alhamdulillah 1.000 kali.
Dan bismillah 1.000 kali. Dengan tasbih bikinan sendiri. (*)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost