Lombok Post
KESEHATAN

Hindari Makanan Ini Kalau Datang Bulan

Ilustrasi

MENSTRUASI merupakan siklus bulanan wanita, yang menyebabkan beberapa ketidaknyaman di dalam tubuh wanita. Beberapa gangguan menstruasi, yang kerap terjadi seperti kram, perubahan suasana hati yang mendadak hingga perut kembung.

Gangguan menstruasi itu juga bisa dipengaruhi oleh makanan. Karena itu, hindari mengonsumsi makanan di bawah ini, saat sedang menstruasi, seperti dilansir laman Cheat Sheet, kemarin.

  1. Kafein.

Kafein bisa meningkatkan asam lambung. Jika Anda menghindari kafein saat datang bulan, maka Anda akan menenangkan perut dan mengurangi kembung.

  1. Makanan tinggi lemak.

Jika Anda sering menderita kembung dan nyeri payudara saat datang bulan, kemungkinan karena ketidakseimbangan hormonal dan perubahan selama periode, serta makanan tinggi lemak yang memengaruhi aktivitas hormonal tubuh Anda.

Kelebihan estrogen ini bisa dikurangi dengan tetap mengonsumsi makanan yang rendah lemak jenuh, seperti buah-buahan, sayuran, ikan dan daging tidak berlemak.

  1. Minuman manis.

Ingat, minuman manis dan minuman bersoda menyebabkan kembung.

  1. Lemak daging dan produk susu.

Karena lemak ini bisa menyebabkan dan memperburuk rasa sakit dan peradangan. University of Maryland Medical Center menyarankan, Anda mengonsumsi ikan, daging tanpa lemak dan kacang.

  1. Makanan goreng.

Makanan yang digoreng meningkatkan kadar estrogen yang bisa menghambat kemampuan alami tubuh Anda untuk berjalan normal. (fny/chi/JPG/r10)

Berita Lainnya

Diare, Pembunuh Balita Nomor Satu di Indonesia

Redaksi Lombok Post

Bahaya Jika Malas Ganti Pakaian Dalam

Redaksi Lombok Post

Bahaya Selfie untuk Kesehatan

Redaksi Lombok Post

4 Makanan Berikut Bisa Merusak Kulit Anda

Redaksi Lombok Post

Begini Cara Atasi Perasaan Sensitif

Redaksi Lombok Post

Manfaat Olahraga Bisa Turunkan Risiko 13 Kanker

Redaksi Lombok Post

Bermanfaatnya Minyak Zaitun

Redaksi Lombok Post

Jangan Ragu Kenalkan Makanan Baru Pada Si Kecil

Redaksi Lombok Post

Waspada! Ini Tanda Diabetes

Redaksi Lombok Post