Lombok Post
Headline Praya

Demi Jalan Wabup Siap Dipenjara

JALAN PROVINSI: Inilah akses jalan provinsi di Lombok Tengah tepatnya di Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya yang menuju Desa Selong Belanak dan sekitarnya, belum lama ini.

PRAYA – Persoalan pembangunan jalan provinsi di Desa Selong Belanak, Praya Barat di Lombok Tengah (Loteng) berbuntut panjang.

Dinas Budpar setempat menemukan data bahwa, sebagian kepemilikan lahan yang akan dibangun akses jalan tersebut, sudah berpindah tangan ke investor lain.

a�?Awalnya, dikuasai oleh PT Erko, namun sekarang dikelola PT Lombok Sejahtera Mandiri (LSM),a�? kata Kepala Dinas Budpar Loteng HL Muhammad Putrie, kemarin(21/8).

Dengan begitu, kata Putrie Pemkab dan pemerintah provinsi harus bekerja keras lagi, untuk menyelesaikan persoalan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah selatan itu.

Caranya, tidak saja memanggil PT Erko, namun PT LSM juga. Mereka pun, wajib mematuhi hasil musyawarah mufakat, yang tertuang dalam berita acara.a�?Kelihatannya, kita perlu duduk bersama lagi,a�? katanya.

Pria asal Desa Ketare itu pun merasa, investor yang menghalang-halangi pembangunan infrastruktur jalan provinsi dari Lombok Barat, menuju Loteng itu secara tidak langsung mengadu-domba masyarakat dengan pemerintah dan pemerintah dengan aparat.

a�?Sebenarnya masalah ini, bukan menjadi ranah kami. Tapi, persoalannya, kami didemo masyarakat, sampai mereka tidak percaya dengan wakil rakyatnya sendiri,a�? kata Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri.

Orang nomor dua di Loteng itu pun, akan menyiapkan waktu untuk berdialog dengan seluruh komponen yang ada. Khususnya, investor yang dimaksud.

Jika tidak ada kata kesepakatan, tekan Pathul maka jalan keluar terakhirnya adalah, membawa persoalan itu, ke pusat dan aparat penegak hukum.

a�?Kita siapkan surat panggilan kepada investor. Jika mereka tidak datang, maka secara otomatis mereka menerima keputusan kita,a�? katanya.

a�?Kalau pun gara-gara keputusan yang kita keluarkan itu, berkonsekuensi hukum, maka tidak masalah saya dipenjara. Ingat, ini demi kepentingan umum,a�? lanjut Pathul.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Selong Belanak HL Nurtasim mengatakan, dari enam investor yang dilalui pembangunan jalan satu diantaranya yang masih ngotot tidak mau menghibahkan lahannya.

a�?Kalau Pemkab dan provinsi tidak cepat menyelesaikannya, maka jangan salahkan warga kami banyak menjadi penjahat,a�? ancamnya.

Karena akses jalan baru itu, diakui Nurtasim mempermudah dan mempercepat perputaran ekonomi masyarakat, Desa Selong Belanak dan sekitarnya.

a�?Saat ini, kami masih memutar haluan menuju Desa Montong Sapah dan Batujangkih, jika ingin ke Lobar. Sekali lagi, mohon ini cepat diselesaikan,a�? serunya.(dss/r3)

 

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost