Lombok Post
Feature

Jumlahnya 50 Orang, Ada Nenek hingga Cicit

F-BOK
RAMAI: Asmira M Sidang (ketiga dari kanan) bersama anggota keluarganya di Asrama Haji Sudiang, Makassar, kemarin. Asmira dan 49 anggota keluarganya berangkat haji bersama.

Inilah rombongan haji dengan anggota keluarga terbanyak di dunia. Total, jumlahnya 50 orang jemaah. Mereka berangkat secara bersama-sama ke tanah suci. Kok bisa?

***

SEMUANYA satu rumpun keluarga besar. Tua dan muda berangkat bersama-sama. Dalam kloter yang sama pula. Mereka berasal dari Desa Sempo, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Menunaikan ibadah haji bersama keluarga besar memang sudah menjadi impian mereka. Dan ketika panggilan ke Tanah Suci itu tiba, alangkah bahagianya mereka. Suatu nikmat yang sangat besar.

“Alhamdulillah, kami berangkat bersama keluarga besar. Mulai dari sepupu, nenek, sampai cicit-cicitnya dalam satu rumpun keluarga,” ujar Asmira M Sadang, salah satu anggota keluarga dalam rombongan ini di Asrama Haji Sudiang, Makassar, kemarin (21/8).

Rombongan keluarga besar ini tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10. Semua jemaah dalam kloter ini berasal dari Sulbar, yakni 450 orang. Bersama petugas dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tentunya.

Mereka ini merupakan keluarga besar H Rahman Fandi, salah satu tokoh di Desa Sempo. Asmira menuturkan, bersama keluarga besarnya, dia mendaftar pada Agustus 2010 lalu. Mereka memanfaatkan program tabungan haji sebuah bank. Dengan program ini, biaya pendaftaran ditalangi oleh pihak bank.

“Jadi kita bayar Rp 3 juta. Sisanya kita cicil selama 18 bulan,” imbuh Asmira.

Rasa syukur yang tak terhingga dirasakannya. Wajahnya berseri-seri saat masuk ke asrama haji. Apalagi, selama pengurusan hingga jelang pemberangkatan, keluarganya tidak mengalami kesulitan berarti.

Suami Asmira, Saiful Rahman, yang juga ikut bersama mereka, menceritakan, dahulu anaknya saat masih duduk di bangku sekolah dasar sudah bercita-cita menunaikan ibadah haji bersama rumpun keluarga besarnya.

Saiful sendiri merupakan seorang perwira polisi dengan pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombespol). Pada Mei 2106 lalu, Saiful bertugas di Polda Kalimantan Selatan.

“Mungkin ini juga berkat doa anak-anak yang sejak kecil menginginkan menunaikan ibadah haji bersama nenek, orang tua, tante, dan sepupu-sepupu mereka,” kata mantan Kapolsek Mamajang, Kota Makassar, 1997-1999 ini.

Anggota keluarga lainnya, Asmawati R Pandi, merupakan yang tertua. Usianya 65 tahun. Dia mengaku tidak pernah membayangkan bisa menunaikan ibadah haji bersama keluarga besarnya.

“Bersyukur sekali saya. Ini rahasia Allah yang sama sekali tidak pernah terbayangkan. Kami bisa melaksanakan ibadah bersama hampir seluruh keluarga,” katanya dengan mata berbinar. Bahkan warga di kampungnya banyak yang heran keluarga besar ini bisa berangkat bersama. (Bayu Firmansyah/zuk/r5)

Berita Lainnya

Bilik Bercinta di Tempat Pengungsian yang Tinggal Cerita

Redaksi Lombok Post

Pengalaman Dramatis Pendaki Terjebak Gempa di Gunung Rinjani (1)

Redaksi Lombok Post

Mereka yang Tetap Tegar Menghadapi Gempa di Sambelia

Nasihat Mendiang Ayah Menjadi Pegangan Hidup Zohri

Mengunjungi Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia

Lalu Muhammad Zohri, Sprinter Muda NTB yang Sabet Juara Dunia

Melihat Festival Layang-Layang Raksasa di Pantai Loang Baloq

Kisah Penambang yang Lolos dari Lubang Maut Sekotong (1)

Festival Seribu Bedug di Pulau Seribu Masjid

Redaksi Lombok Post