Lombok Post
Giri Menang Headline

Jalan Tanah, Jauh dari Polindes, Sekolah Cuma Satu

NYARIS TERISOLIR: Dua orang warga melintas di jalan menuju Dusun Bunbeleng Desa Sekotong Timur Sabtu (20/8). Tampak jalan tersebut masih berupa tanah dan berbatu.

GIRI MENANG – Kehidupan warga Dusun Bunbeleng, Desa Sekotong Timur, Kecamatan Sekotong, nyaris terisolir. Wilayah perkampungan ini berada di atas bukit dengan akses jalan tanah sepanjang lebih dari lima kilometer itu.

Kepala Dusun Bunbeleng Mustain mengatakan, warganya sudah lama hidup dalam kondisi serba terbatas. Mereka tidak bisa menikmati fasilitas umum yang layak, seperti fasilitas kesehatan, akses jalan, hingga pendidikan.

a�?Masyarakat di sini sudah lama hidup dalam keterbatasan,a�? keluhnya.

Untuk akses jalan, lanjut dia, warga harus melewati jalan tanah dan berbatu lebih dari lima kilometer. Kondisi ini diperparah jika terjadi hujan. Jalan yang berdebu akan berubah licin dan berlumpur.

Menurut Mustain, kondisi tersebut seringkali ia adukan ke desa dan kecamatan. Tetapi tidak pernah mendapat respon yang positif. Imbasnya, lebih dari 500 jiwa warga Dusun Bunbeleng mengalami kesulitan beraktivitas di tiap harinya.

Jalan yang ada sekarang pun, lanjut dia, merupakan hasil swadaya masyarakat. Warga bersama dengan mantan kepala desa terdahulu, membuka jalan untuk mempermudah transportasi warga Dusun Bunbeleng.

Kesulitan akses jalan, diperparah dengan minimnya fasilitas kesehatan di Dusun Bunbeleng. Untuk menuju Polindes terdekat, warga harus menempuh perjalanan lebih dari 5,5 kilometer. Tentunya harus melewati jalan yang rusak dengan kontur berbukit itu.

a�?Berapa kali ada ibu hamil yang melahirkan di tengah jalan karena jauhnya fasilitas kesehatan,a�? aku Mustain.

Peristiwa ibu hamil yang melahirkan di tengah jalan, membuat Mustain prihatin. Tentunya dia berharap ada perhatian pemerintah, untuk setidaknya membangun fasilitas kesehatan guna membantu warganya.

a�?Kita maunya ada juga dibangun fasilitas kesehatan di dusun ini,a�? harap dia.

Mengenai fasilitas pendidikan, di Dusun Bunbeleng hanya terdapat satu sekolah setingkat sekolah dasar. Sekolah ini pun dibangun atas inisiatif masyarakat.

a�?Dibangun 1994 silam, itu juga swadaya masyarakat,a�? kata Kepala Sekolah MI Al Mujahidin NW Syamsul Hadi.

Syamsul mengungkapkan, sekolah yang ia pimpin merupakan satu-satunya sekolah yang ada di Dusun Bunbeleng. Karena itu, jika anak didiknya hendak melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi, maka harus menempuh jarak yang lebih jauh lagi.

a�?Cuma satu sekolah ini saja yang ada di sini,a�? tandasnya.(dit/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost