Lombok Post
Ekonomi Bisnis

PKL Bakal Berhenti Jual Rokok

BAKAL MAHAL: Salah seorang petugas kasir di salah satu minimarket menunjukkan sejumlah produk rokok yang paling banyak dicari para perokok.

MATARAM – Wacana menaikkan harga rokok mendapat respon sejumlah pihak. Selain perokok, para pedagang juga mulai khawatir jika harga rokok naik.

Seperti diketahui saat ini pemerintah melakukan kajian penyesuaian tarif cukai rokok sebagai salah satu instrumen harga rokok. Harga satu bungkus rokok diwacanakan bakal naik Rp 50 ribu per bungkusnya.

a�?Kalau harganya tinggi, otomatis kami butuh modal besar untuk jualan rokok. Kami ini kan pedagang dengan modal kecil, jadi mau tidak mau akan kesulitan nanti untuk jualan,a�? terang Maryam, salah seorang pedagang warung di Kota Mataram.

Dengan harga rokok yang tinggi, dikatakan Maryam tentu penjualannya tidak akan seperti ketika harganya murah. Sehingga, omzet penjualan akan menurun. Ini juga mengakibatkan modal para pedagang mengendap pada rokok yang akan dijual. Padahal, selama ini omzet yang diraihnya dari penjualan rokok dikatakan Maryam cukup tinggi.

a�?Jika betul seperti yang ada di berita (harga rokok naik, Red), kami pedagang kecil nggak berani jualan rokok. Harganya tinggi, untungnya sedikit,a�? ungkapnya.

Sementara, di sejumlah minimarket di Kota Mataram, beberapa orang terlihat sedang membeli rokok. Kepada Lombok Post, sejumlah warga tersebut mengaku membeli rokok mumpung harganya belum disetujui untuk dinaikkan.

a�?Nanti kalau harganya sampai Rp 50 ribu, nggak bisa kita beli banyak,a�? kelakar Diki seorang warga sambil tersenyum.

Menurutnya, wacana kenaikan harga rokok dari pusat sebenarnya berawal dari niat yang baik. Untuk menghindarkan perokok dari masalah kesehatan yang kerap ditimbukan akibat rokok. Namun di sisi lain, ini tentu menurutnya akan mendapat banyak penolakan.

a�?Karena bagi para perokok, kenaikan harga rokok ini musibah besar. Meski kami tahu itu niatnya untuk menjaga kesehatan para perokok,a�? sambungnya.

Untungnya, Diki mengaku hingga saat ini harga rokok masih bersahabat. Petugas kasir di minimarket mengungkapkan harga rokok masih normal.

a�?Memang sih informasinya sudah tersebar di mana-mana. Tapi untuk saat ini masih sebatas wacana saja. Mungkin bulan depan mulai dinaikkan,a�? kata Maman, kasir di salah satu minimarket wilayah Cakranegara.

Dengan situasi saat ini, Kepala Diskoperindag Kota Mataram H Wartan menjelaskan para pedagang tidak perlu khawatir dengan wacana kenaikan rokok. Menurutnya, meskipun harga rokok naik, tak akan memberi dampak besar bagi para pedagang kecil.

a�?Itu makanya sejak awal kami sudah memberikan pemahaman hingga pelatihan kepada pedagang kecil, jangan sampai hanya menjual rokok. Mereka bisa jualan makanan, minuman atau produk lainnya,a�? kata dia.

Terkait wacana kenaikan harga rokok ini, Wartan mengaku pemerintah di daerah tak bisa berbuat banyak. Karena kebijakannya ada di pusat.

a�?Saya pikir pusat juga punya kebijakan dan pertimbangan tertentu. Tapi saya melihat ini murni karena alasan kesehatan,a�? tandasnya. (ton/r3)

Berita Lainnya

TunaiKita Turut Meriahkan Funwalk di Pasar Pancingan Lombok

Redaksi Lombok Post

Astra Motor-Lombok Post Perkuat Kemitraan

Redaksi LombokPost

Cogliano’s reward of the purpose prospects Ducks to win around Jets

Redaksi Lombok Post

Gelar Lomba Vlog, BPKH Ajak Generasi Milenial Berhaji

Redaksi Lombok Post

BPJS TK NTB Gelar Pasar Murah 2.046 Paket Sembako

Redaksi Lombok Post

BPJSTK NTB Lindungi 25.545 Pekerja Migran Indonesia

Redaksi Lombok Post

BCA Salurkan CSR Untuk Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post