Lombok Post
Tanjung

Asyik, KLU Kebagian Program SEHATI

TEKEN: Asisten I Setda Lombok Utara Kholidi Halil menandatangani komitmen melaksanakan STBM bersama PLAN Internasional di aula Kantor Bupati Lombok Utara, kemarin (22/8).

TANJUNG – Saat ini perilaku hidup tidak sehat masih banyak ditunjukkan masyarakat NTB, termasuk Lombok Utara. Untuk menekan perilaku hidup tidak sehat itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mengeluarkan programA� Sustainable Sanitation and Hygiene for East Indonesia (SEHATI). Program ini ternyata juga menyasar Lombok Utara.

Untuk menyukseskan program ini, Kemenkes pun melakukan sosialisasi di aula kantor bupati Lombok Utara, kemarin (22/8).

Dalam sosialisasi itu, salah satu strategi yang akan dilakukan untuk menyukseskan SEHATI adalah STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Strategi ini yang dilakukan Kemenkes bersama PLAN Internasional.

Manajer PLAN Internasional Sabarudin mengungkapkan, program ini telah tertuang dalam Permenkes Nomor 3 Tahun 2014. Di mana terdapat lima pilar yang akan diterapkan dalam STBM.

Lima pilar dalam STBM, dijelaskan Sabarudin adalah stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum yang aman, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan air limbah rumah tangga.

a�?STBM ini untuk mengurangi angka diare dan membiasakan hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat maupun keluarga,a�? ujarnya.

Ditambahkan, Pemprov NTB, sendiri mempunyai target sanitasi layak hingga tahun 2019 sebesar 85 persen. Sementara dari data RISKESDAS 2013, NTB baru bisa merealisaikan 58,9 persen.

a�?Semoga dengan program SEHATI dan program lainnya, NTB mampu menaikan akses sanitasi layak hingga targetnya yakni 85 persen di 2019,a�? harapnya.

Untuk Lombok Utara sendiri, dari 33 desa, saat ini sudah ada 9 desa yang telah memenuhi target. a�?Berarti masih ada PR (pekerjaan rumah) bagi Pemkab Lombok Utara untuk menuntaskan di seluruh desa,a�? harapnya.

Terkait metode yang akan ditempuh, Sabarudin mengaku bakal memberikan pemahaman tentang tahapan pelaksanaan pada masyarakat. Selain itu, pemahaman untuk mengidentifikasi pelaku potensial dalam mendukung STBM ini juga akan diberikan.

a�?Kita akan mulai advokasi di beberapa desa. Apalagi program ini sudah dituangkan di RPJMD,a�? tandasnya.Menurut Sabarudin, untuk menyukseskan program ini, perlu dukungan dan keterlibatan pemprov, pemkab, kecamatan, bahkan hingga tingkat desa.

Sementara itu, Asisten I Setda Lombok Utara Kholidi Halil mengatakan, pemkab siap berkomitmen agar program bisa terlaksana sebaik-baiknya. Menurutnya, guna menerapkan pola hidup sehat harus didasari dengan perubahan sikap dan perilaku di masyarakat.

Maka dari itu, peran serta desa dan kecamatan harus dimaksimalkan. a�?Kita akan mulai dengan hal-hal kecil, terlebih desa juga akan ikut ambil bagian,a�? pungkasnya. (puj/r7)

 

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost