Lombok Post
Metropolis

Pak Ahyar Bilang Belum Mendesak!

wali Kota
Wali Kota mataram H Ahyar Abduh

MATARAMA�– Rencana pembentukan perusahaan daerah (perusda) yang diajukan oleh dewan kepada eksekutif ditanggapi santai Wali Kota mataram H Ahyar Abduh. Menurut wali kota, hal ini masih belum perlu dilakukan.

Ahyar berencana melakukan kajian terlebih dulu sebelum mengamini keinginan legislatif tersebut. “Keinginan dewan untuk membentuk BUMD atau perusahaan daerah ini masih saya pertimbangkan dulu. Kita melihat efektivitas,a�? kata Ahyar kemarin saat ditemui di Hotel Lombok Raya.

Ahyar mengaku, memang tidak ingin perangkat organisasi terlalu gemuk. Namun jangan sampai pembentukan perusahaan daerah akan menimbulkan prinsip kaya struktur miskin fungsi.

a�?Kami akan tetap lakukan kajian-kajian apakah diperlukan atau nggak (perusahaan daerah atau BUMD, Red). Khsusnya mengelola sumber-sumber PAD yang potensial seperti parkir dan pasar ini,a�? jelasnya.

a�?Boleh saja dewan meminta itu, atau ada usulan untuk membentuk instansi baru. Tapi kalau bisa diurus oleh satu dinas kenapa harus dibuat lagi. Jadi saya rasa ini belum bersifat mendesak,a�? sambungnya.

Seperti diketahui, keinginan dewan membentuk Perusda karena selama ini SKPD yang mengelola parkir dan pasar dinilai tidak maksimal. Potensi dari parkir dan pasar tidak bisa digarap oleh SKPD yang membidanginya.

Adanya lembaga yang khusus menangani masalah parkir dan pasar ini, diharapkan potensi pendapatan daerah dari dua bidang ini bisa dimaksimalkan.

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Kota Mataram Misban Ratmaji menanggapi pernyataan Wali Kota Mataram. Menurutnya, memang untuk membentuk Perusda harus melalui kajian terlebih dulu. Untuk itu, dewan pun akan memberikan kesempatan bagi SKPD menunjukkan kinerjanya.

a�?Itu kan memang harus melalui Perda, melalui hak inisiatif. Jadi paling tidak tahun depan bisa dibentuk (Perusda, Red). Sementara itu, kita kasih kesempatan untuk UPTD Parkir maupun Dikoperindag memaksimalkan potensi parkir dan pasar ini,a�? kata dia.

Jika potensi PAD dari parkir dan pasar bisa meningkat, maka otomatis tidak perlu dibentuk Perusda. Namun, jika semua berjalan masih lambat seperti saat ini, maka mau tidak mau harus dibuat Perusda.

a�?Karena saat ini potensi parkir yang harusnya dapat Rp 300 juta per bulan sekarang kan hanya Rp 100 juta. Penerapan Perda parkir juga masih belunm maksimal,a�? kritiknya.(ton/r6)

Berita Lainnya

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post