Lombok Post
Headline Kriminal

Pak Lurah Habok Kepala Puskesmas Mataram

VISUM: Kepala Puskesmas Mataram H Turmuji (baju dinas) pergi visum bersama anggota Polsek Mataram ke RS Bhayangkara, kemarin (22/8).

MATARAM – Kepala Puskesmas Mataram H Turmuji mengaku dianiaya salah seorang A�lurah di Mataram, kemarin (22/8). Insiden pemukulan itu berlangsung di puskesmas, tempat korban bertugas. Akibat pemukulan itu, korban mengalami luka memar dan lebam di bagian wajahnya. Kini, kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Mataram.

a�?Saya laporkan oknum lurah (disebutkan nama lengkapnya). Terkait kasus penganiayaan,a�? tegas Kepala Puskesmas Mataram H Turmuji saat melapor ke Polsek Mataram, kemarin (22/8).

Korban mengaku selama ini tidak pernah punya masalah dengan terlapor. Ia pun heran lurah berinisial ES itu tiba-tiba memukulnya.

a�?Saya tidak tahu apa masalahnya,a�? kata dia.

Informasinya, lurah tersebut sudah mencari korban sejak pagi. Tapi, saat itu korban berada di luar. Turmuji sedang menjemput anaknya yang sakit di sekolah.

a�?Ada telpon dari guru, anak saya sakit. Lalu saya jemput dan bawa pulang ke ibunya yang bekerja di Puskesmas Sweta,a�? jelasnya.

Sepulang dari rumah, korban kembali ke kantornya. Siangnya, kata dia, terlapor datang lagi ke kantor. Saat itu, dirinya sedang assessment stafnya untuk keperluan akreditasi puskesmas.

a�?Dia datang dan saya suruh masuk. Mungkin karena ada staf saya, ia tidak mau masuk,a�? sebutnya.

Korban pun menerima kedatangan terlapor ke ruang TU. Ternyata di situ ada Kepala Tata Usaha Puskesmas dan stafnya. Terlapor menolak bertemu di ruang TU. Kemudian, korban memutuskan untuk bertemu di ruang kerjanya.

a�?Staf saya yang sedang assessment, saya suruh keluar. Ketemu berdua,a�? aku dia.

Saat berada di ruanganya, lanjut dia, dirinya hendak bersalaman. Tapi, terlapor langsung memukul tangannya. a�?Tidak perlu salaman,a�? kata dia menirukan ucapan terlapor.

Ia pun menyuruh terlapor duduk. Namun, lurah tersebut tetap berdiri dan seakan-akan hendak memukulnya. Korban pun berdiri, karena terlapor diduga akan memukulnya.

a�?Saya menghindar, dan mau keluar ke ruangan. Begitu mau keluar, saya langsung dipukul,a�? bebernya.

Turmuji tidak mengetahui persis persoalannya. Ia ingin sekali bertanya kepada terlapor. a�?Sebenarnya saya ingin tahu. Apa sebenarnya masalahnya. Informasinya, dia ini cemburu,a�? terang dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, istri lurah tersebut adalah stafnya di puskesmas. Belakangan ini, seluruh stafnya bekerja lembur karena sedang mengejar akreditasi nasional.

a�?Bukan istri dia saja yang lembur, hampir semua staf puskesmas,a�? terang dia.

Kejadian ini, sambung dia, cukup diselesalkan, apalagi dirinya dipukul di puskesmas. Ia pun keberatan dan memperkarakan pemukulan itu.

a�?Saya lapor ke sini karena keberatan dipukul,a�? tandasnya.

Sementara, Kapolsek Mataram Kompol Taufik mengaku, korban sudah membuat laporan. Hanya saja, ia belum bisa menyampaikan secara detail laporan korban.

a�?Laporan ini masih kami selidiki. Korban juga sudah divisum,a�? katanya singkat. (arl/jlo/r2)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost