Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

ALIF Sasar Pembiayaan UMKM

ANTUSIAS: Dua orang wisatawan mancanegara melihat aneka macam produk kerajinan gerabah yang dipajang dalam artshop di Desa Banyumulek, Lobar, belum lama ini.

MATARAM – Peluang pembiayaan kini terbentang luas. Perusahaan pembiayaan beramai-ramai mengeruk potensi ini.

Direktur PT Al Ijarah Finance (ALIF) A Indra Nurhari mengatakan, pihaknya mulai menjajal peruntungan dalam menyalurkan kredit multiguna. Khususnya di sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Tahun ini, ALIF tengah mengkaji penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Sama halnya dengan pembiayaan multiguna usaha, penyaluran KUR merupakan hal baru bagi perusahaan pembiayaan.

a�?Kami siap mendukung program OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mensinergikan antara multifinance dengan perbankan dalam mengucurkan kredit produktif ini,a�? katanya, kemarin (23/8).

Namun meski telah menyatakan ketertarikannya, ALIF belum menyebut besaran komitmen penyaluran KUR tahun ini. Diakui, tantangan persiapan keterampilan dan pengetahuan menjadi hal utama dalam menyalurkan multiguna, jasa, dan KUR. Sebab merupakan ranah baru bagi perusahaan pembiayaan.

Meski peluang terbentang luas, namun pembiayaan syariah masih menemui kendala. Secara nasional, lanjutnya, market share pembiayaan syariah masih sekitar lima persen. Dalam kurun waktu lima tahun terkhir pemerintah terus menggalakan ekonomi syariah tumbuh diatas lima persen.

Sementara untuk ALIF sendiri, diakui pasarnya belum besar. Karena itu ALIF berupaya untuk terus bertransformasi dan konsolidasi agar menjadi membaik. Melihat kantor cabang ALIF di Kota Mataram masih ada satu cabang, kemungkinan dalam waktu dekat akan membuka cabang kedua di Selong, Lombok Timur.

Kepala Cabang ALIF Mataram Prastuantara menambahkan, ada beberapa segmentasi yang disasar ALIF. Mulai dari pedagang, petani, PNS dan karyawan swasta. Dari profil nasabah ALIF di NTB, sekitar 50 persen nasabah berasal dari pedagang dan UMKM.

a�?Kami juga berkomitmen kembangkan dunia usaha melalui ALIF,a�? imbuhnya.

Keberanian ALIF kepada UMKM tentu bukan tanpa analisa resiko. ALIF tetap menjaga kesehatan pembiayaan perusahaan. Karena itu sangat penting pengontrolan dan kevalidan data dikawal sejak awal.

a�?Selama dikontrol dengan baik, datanya valid saya kira tidak ada masalah membiayai pelaku ekonomi kreatif dan UMKM,a�? tandasnya. (ewi/r3)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost