Lombok Post
Headline Praya

KTP Ganda Ancam Pilkades Loteng

MENYAMPAIKAN MASALAH: Para camat di Lombok Tengah saat menyampaikan masalah di hadapan Komisi I DPRD setempat, kemarin (23/8).

PRAYA – Para camat di Lombok Tengah (Loteng), mengaku pusing memikirkan pelaksanaan Pilkades serentak, pada 22 September mendatang.

Karena, ada beberapa desa yang jumlah pemilihnya terdata ribuan orang, namun KTP dan identitas lainnya lebih dari itu.

a�?Salah satunya, di Desa Puyung. Di desa itu jumlah pemilihnya 11 ribu orang, tapi KTP warga yang beredar ada 13 ribu orang,a�? kata Camat Jonggat M Syukur, kemarin (23/8) saat menggelar pertemuan dengan Komisi I DPRD Loteng, di ruang sidang utama.

Itu artinya, kata Syukur ada 2.000 KTP atau identitas lainnya yang beredar bebas di luar sana. Sehingga, dikhawatirkan terjadi KTP ganda.

Jika tidak cepat diatasi, dikhawatirkan dapat mengganggu pestaA� demokrasi di tingkat desa tersebut.Ia pun memastikan, hal yang sama pasti dialami desa lain. Hanya saja, belum mencuat kepermukaan.

a�?Di Desa Montong Terep seperti itu juga, jumlah pemilihnya tujuh ribu. Tapi, identitas kependudukan warga yang beredar, di atas tujuh ribu,a�? lanjut Camat Praya Ridwan Maa��ruf.

Agar tidak menjadi masalah, pihaknya meminta kepada penyelenggara Pilkades, untuk meneliti, menelaah dan memilah identitas kependudukan yang dimaksud.

Lalu, mengkroscek ke bersangkutan dan meminta pembenaran ke masing-masing kepala dusun. a�?Di tempat kami, kebetulan calon kadesnya hanya dua orang saja,a�? kata Ridwan.

Senada dikatakan Camat Batukliang Utara (BKU) HL Wiraningsun. Di tempatnya itu, hanya satu desa yang menyelenggarakan Pilkades yaitu, Desa Tanak Beak.

Jumlah calonnya, ada empat orang dan pemilihnya sedang dilakukan verifikasi, sesuai jumlah KTP. Ia pun tidak menginginkan, terjadinya dobel KTP.

a�?Hanya saja, ada satu masalah yang perlu kami khawatirkan. Dari empat calon kades itu, satu diantaranya meragukan proses pendaftarannya,a�? katanya.

A�Menanggapi berbagai persoalan itu, Ketua Komisi I DPRD Loteng Samsul Qomar meminta, agar para camat tetap terdepan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi, dalam Pilkades.

Caranya, tetap berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI, Satpol PP dan badan keamanan desaA� setempat.a�?Kami minta, para calon kades jangan main hadang. Tetap bertarung secara profesional,a�? serunya.

Pilkades tahun ini, tambah Qomar menjadi tolok ukur Pilkades pada tahun 2018 mendatang. Jika tertunda, runyam bahkan gagal, maka akan dievaluasi. Begitu pula sebaliknya.

a�?Ada 96 desa yang akan menyelenggarakan kegiatan yang sama pada tahun 2018 tersebut,a�? kata Qomar.(dss/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost