Lombok Post
Metropolis

Lima Jam di King Abdul Azis

psd
SALAM PERPISAHAN: Munifah, salah seorang calon haji asal Kota Mataram memeluk dan mencium buah hatinya Muhammad Danis (1 tahun tiga bulan) saat pelepasan jamaah haji di kantor Wali Kota Mataram, Selasa (23/8). Sebanyak 542 orang jamaah asal Mataram akan berangkat naik haji tahun ini.

JEDDAHA�– Kedatangan jamaah haji gelombang dua di Tanah Suci dimulai kemarin (23/8). Dua kloter tiba hampir bersamaan, yakni kloter 36 embarkasi Jakarta Bekasi (JKS 36) dan kloter 35 Embarkasi Solo (SOC 35). Menyusul kemudian 360 para tamu Allah dari embarkasi Lombok yang tiba menjelang petang waktu Arab Saudi.

Untuk dua kloter dari Jakarta dan Solo, karena datang hampir bersamaan, kloter JKS 36 terpaksa menempati ruang tunggu Plaza D yang sebenarnya biasa digunakan jamaah haji dari India dan Bangladesh.

Kloter JKS 36 yang membawa 447 jamaah haji mendarat sekitar pukul 09.02. Sedangkan kloter SOC 35A� yang membawa 360 jamaah haji mendarat sekitar pukul 09.47.

Jamaah dari Solo yang menggunakan pesawat Garuda sebenarnya dijadwal tiba lebih dulu dan sudah mendapat alokasi ruang tunggu di Plaza E.A� Namun jamaah dari Jakarta yang menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines ternyata tiba lebih dulu.

Alur kedatangan jamaah haji gelombang kedua di Jeddah memang berbeda dengan gelombang pertama yang semuanya mendarat di Madinah.A� Di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, para jamaah akan melalui proses yang lebih panjang. Setelah melewati pemeriksaan imigrasi dan pengambilan bagasi, jamaah dibawa menuju Plaza E yang menjadi ruang tunggu khusus untuk jamaah haji Indonesia.

Di ruang tunggu itu, para jamaah mengambil miqat. Mereka membersihkan diri di deretan kamar mandi yang telah disediakan, mengenakan kain ihram, melakukan salat sunah Ihram, naik bus menuju pemondoan di Makkah, kemudian dilanjutkan dengan umrah di Masjidil Haram.

a�?Tadi di pesawat juga sudah ada yang berganti pakaian ihram. Pas di atas Yalamlam. Keluar dari terminal kedatangan sudah pakai pakaian Ihram,a�? ujar Ahmad Harsono Nachrawi, jamaah haji kloter JKS 36.

Karena merupakan pendaratan pertama di Jeddah, Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertugas kemarin bekerja cukup keras. Mereka harus mengarahkan sekitar 450 jamaah haji dalam satu kloter untuk mandi secara bergantian. Setelah itu, giliran para pembimbing ibadah membetulkan cara pemakaian kain ihram.

a�?Kain ihram bagian atas jangan disilangkan dulu Pak. Bahunya ditutup dulu. Nanti pada saat thawaf, bahu sebelah kanan diperlihatkan,a�? ujar Fachrudin, saah satu petugas PPIH saambilA� membetulkan kain ihram para jamaah.

Kesibukan petugas PPIH juga tampak dari suara sound system yang bersahutan. Ada yang berteriak-teriak mengarahkan jamaah agar menempati kawasan sesuai nomor rombongan. Ada juga yang mengumumkan temuan barang, bahkan paspor yang hilang.

Kepala Daerah Kerja Airport PPIH Arab Saudi Nurul Badruttaman juga tampak meminta anggotanya mengambil kain ihram di kantor daker bandara. Sebab ada beberapa jamaah yang mengaku kehilangan kain ihram saat keluar dari terminal kedatangan.

Total sejak mendarat hingga naik bus untuk menuju Makkah, aktivitas jamaah kemarin memakan waktu hampir lima jam. Contohnya kloter JKS 36 yang mendarat pada pukul 09.02 Waktu Arab Saudi. Mereka baru meninggalkan ruang tunggu jamaah haji pada menuju bus pada pukul 01.30

a�?Rata-rata proses di bandara Jeddah memang memakan waktu empat sampai lima jam. Paling lama tujuh jam,a�? ujar Nurul.

Kedatangan pertama jamaah haji gelombang kedua kemarin juga disambut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

Dia berpesan agar para jamaah menjaga kesehatan agar bisa menjalankan amalan wajib dengan sempurna. a�?Jangan karena mengejar yang sifatnya mubbah, jamaah menjadi sakit dan amalan wajibnya malah terlupakan,a�? ujarnya.

Dia lantas menceritakan pengalamannya mengunjungi jamaah yang sedang sakit dan dirawat di klinik kesehatan. Jumlahnya sekitar 27 orang. a�?Semua sakit-sakit itu karena kelelahan. Jadi tolong jaga kesehatan agar bisa menjalani ibadah haji sampai selesai,a�? ujarnya.

Sementara itu, kedatangan jamaah haji yang masuk gelombang pertama di Madinah tuntas kemarin. Total terdapat 22 kloter, 85.624 jamaah, dan 1.060 petugas kloter.

Tepat Waktu

Sementara itu, penerbangan jamaah haji Embarkasi Lombok menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA 330 kemarin berlangsung tepat waktu. Dari Lombok International Airport, jamaah bertolak ke Tanah Suci pukul 09.10 Wita. Dan sesuai jadwal tiba di Jeddah sore hari waktu setempat.

a�?Kita bersyukur, penerbangan perdana berjalan lancar, aman dan tertib,a�? kata General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (AP) Lombok Internasional Airport (LIA) I Gusti Ngurah Ardita pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Untuk memberikan pelayanan maksimal, kata Ardita otoritas bandara menyiagakan karyawan AP dibantu TNI/Polri, dari pintu masuk bandara, terminal, hingga apron.

Di area parkir pesawat itu, Ardita ikut serta menuntun beberapa calon jamaah haji lansia, menuju pesawat, hingga membantu membawa barang bawaan mereka. Hal yang sama dilakukan, petugas haji dari tim pembimbing ibadah haji (TPIH), tim pemandu haji daerah (TPHD), petugas non kloter dan petugas medis.

a�?Kami tetap siaga memberikan pelayanan prima di LIA, hingga penerbangan terakhir pada 5 September mendatang,a�? katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemanag) Loteng H Nasri Anggara mengatakan, total calon jamaah haji asal Gumi Tatas Tuhu Trasna mencapai 742 orang. Yang berangkat pada kloter pertama sebanyak 360 orang. Lima orang di antaranya adalah petugas haji.

Total lansia yang berangkat tahun ini, kata Nasri 50 orang. Ada yang dituntun jalannya, hingga menggunakan kursi roda. a�?Saya yakin, kalau sudah sampai di Tanah Suci, mereka sehat dan kuat,a�? kata pengurus KAHMI Loteng tersebut.

Ia pun menyerukan, agar mereka yang berhaji tetap menjaga kesehatan di Tanah Suci, tidak melaksanakan ibadah yang berlebihan, banyak beristirahat dan minum, karena kondisi cuaca sangat panas. a�?Semoga menjadi haji mabrur,a�? katanya.

A�Belum Bebas

Sementara itu, nasib jamaah asal Madura yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Arab Saudi di Madinah, Ahmad Malik, masih belum menemukan kejelasan. PPIH bersama pihak kedutaan besar mengaku terus memantau kondisi jamaah kloter 3 embarkasi Surabaya itu.

a�?Beberapa menit lalu kami updateA� kondisi jamaah asal jawa timur itu. Alhamdulillah yang bersangkutan dalam kondisi sehat,a�? ujar Acting Konjen RI di Jeddah Dicky Yunus Muhammad kemarin.

Meski demikian dia tidak menampik bahwa Ahmad mengalami tekanan. menurutnya itu wajar karena dia hampir terancam berurusan dengan hukum di Arab Saudi. a�?Kami akan berusaha terus untuk melakukan lobi kepada pemerintah Arab Saudi. Mudah-mudahan dia bisa keluar sebelum 1 Muharram, sebelum puncak haji agar bisa menjalani ibadah haji dengan tuntas,a�? ujarnya.

Dubes Agus Maftuh juga mengungkapkan bahwa kondisi Ahmad Malik masih baik-baik saja. Bahkan tim dari kedutaan dan PPIH Arab Saudi terus berkomunikasi degan pria 46 tahun itu. a�?Tiap hari dia bicara lewat telepon dengan teman-teman PPIH,a�? ujarnya.

Agus mengakui, salah satu persoalan yang meyebabkan Ahmad Malik ditahan adalah obat tradisional yang dia bawa. Obat berbahan ekstrak sarang tawon itu diindikasikan mengandung opium seberat 5 gram. Meski demikian, Agus optimistis Ahmad Malik bisa bebas dari jerat hukum pemerintah Arab Saudi.

a�?Di Arab Saudi ini ada aturan, kalau lebih dari 10 gram baru kena. Yang diindikasikan dibawa jamaah kita itu cuma lima gram. Isyaallah bebas,a�? ujarnya. (dss/fat/JPG/r8)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost