Lombok Post
Metropolis

Pemerintah Diminta Bekali Calon TKI

DEMI KELUARGA: Sejumlah calon TKI saat antre untuk mengurus dokumen di LTSP, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB H MNS Kasdiono mengingatkan agarA� pemerintah memberikan pembekalan dan pelatihan secara utuh terhadap calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Terutama sebelum diberangkatkan ke negara tujuan. Banyak masalah yang menimpa TKI terjadi karena minimnya pembinaan.

Salah satu yang harus mendapat perhatian yakni perlunya kurikulum tentang narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) diberikan bagi calon TKI. Pasalnya, banyak TKI setelah berada di negara penempatan terjerumus di dalam lingkaran narkoba.

“Itu yang saat ini banyak menimpa TKI di Malaysia. Bahkan, banyak di antara mereka yang terancam hukuman mati karena narkoba,” sebut Kasdiono.

Tak jarang, TKI ditunggangi oleh bandar narkoba. Mereka dimanfaatkan untuk membantu penyeludupan narkotika dan obat-obatan terlarang antar negara. Misalnya, dimanfaatkan menjadi kurir narkoba ketika mudik ke tanah air.

Banyak TKI yang akhirnya terjerumus karena tidak memahami resiko dari hal tersebut. Mereka akhirnya ditangkap dan mendekam di balik jeruji besi atau bahkan terancam hukuman mati.

a�?Ini harus menjadi perhatian serius kita sebagai salah satu daerah pengirim TKI terbesar di Indonesia,a�? kata politisi Partai Demokrat itu.

Meski demikian, menurut dia, banyaknya TKI yang terlibat narkoba patut mendapatkan perhatian semua pihak. Tidak terkecuali Pemerintah Provinsi NTB. “Hal ini penting dilakukan sebagai langkah pencegahan dan antisipasi agar masyarakat yang akan berangkat bekerja di luar negeri bisa terhindar dari bahaya narkoba,” tegasnya.A�A�A� Kasdiono juga menyoroti Sistem Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) Mataram yang dianggap belum menunjukkan peran maksimal untuk memberikan perlindungan bagi TKI. Ia bahkan mengusulkan agar LTSP yang ada saat ini dibubarkan. a�?LTSP belum mampu meminimalisir kasus dan memberikan perlindungan terhadap para TKI di luar negeri,a�? kritik mantan Ketua Umum KONI NTB itu.

Ia menyoroti, selama ini justru masih banyak calon TKI yang melakukan pengurusan dokumen di luar LTSP alias ilegal. Mereka pun berangkat ke negara penempatan tanpa mendapat pembinaan apapun. Alhasil, mereka pun tersandung masalah di kemudian hari.

“Kalau nasib para TKI kita masih saja tertimpa masalah dan kepengurusan dokumen dilakukan di luar LTSP, buat apa lagi ada LTSP. Lebih baik di bubarkan saja,” tegasnya.

Menurutnya, maraknya kasus TKI bermasalah di luar negeri akibat kesalahan prosedur dari awal sebelum keberangkatan TKI. Mulai dari proses kelengkapan dokumen, adanya oknum yang bermain hingga mudahnya TKI mendapatkan paspor tanpa melalui proses dan mekanisme yang benar. Masalah ini sudah lama terjadi dan sejak dibentuknya LTSP pun belum memberikan perubahan signifikan.

“Coba bayangkan berdasarkan data, ada 33 ribu TKI NTB yang berangkat bekerja tanpa melalui rekomendasi pengurusan dokumen di kabupaten/kota maupun melalui LTSP,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB H Wildan menggambarkan, berdasarkan data yang ada, pada tahun 2013 jumlah TKI NTB mencapai 45 ribu orang. Selanjutnya tahun 2014 meningkat menjadi 54 ribu orang dan pada tahun 2015 sebanyak 35 ribu orang.

“Setiap tahun TKI kita mengirim remitansi bisa mencapai Rp 1,7 triliun. Itu baru yang tercatat resmi belum yang tidak tercatat bisa sampai Rp 2 triliun kita perkirakan,” katanya.

Wildan menyadari, dengan tingginya angka TKI yang bekerja di luar negeri, sudah seharusnya pemerintah dan seluruh pihak dapat melindungi TKI. Mengingat kontribusi terhadap negara dan kesejahteraan masyarakat cukup besar. (uki/r7)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost