Lombok Post
Sumbawa

Penertiban Penambang Ilegal Gagal

PENERTIBAN : Danramil Alas Kapten I Wayan Suledra, Camat Alas, dan tim penertiban "balik kanan" karena dihadang penambang yang melakukan aksi demonstrasi di Alas.

SUMBAWA – Rencana penertiban penambang tanpa izin (PETI) di wilayah Desa Juranalas, Kecamatan Alas, di hari pertama kemarin, gagal. Tim penertiban dari kabupaten, dibantu aparat polisi, Koramil Alas dan pihak kecamatan dihadang massa penambang di pusat kecamatan.

Camat Alas Lukman mengatakan, tim kabupaten tiba di Alas sekitar pukul 10.00 Wita. Tim ini terdiri dari aparat Poltres Sumbawa, Kodim, Distamben, BPM-LH, Dishutbun. Mereka tiba di Markas Koramil Alas untuk mempersiapkan aksi penertiban.

Saat persiapan itu, ada informasi bahwa ada sekelompok massa yang sudah menghadang di pertigaan terminal Alas. Tidak lama kemudian, datang dua orang utusan mengabarkan bahwa massa bersedia berunding di bendungan Rengganis, yang merupakan pintu masuk ke lokasi PETI.

Ketika tim bergerak, baru beberapa ratus meter, tiba-tiba massa sudah bergerak hendak menuju ke Kantor Camat Alas. Massa dikawal oleh polisi. ”Padahal informasinya mereka demonstrasi ini tidak mempunyai izin. Kenapa tidak dibubarkan? Kok malah dikawal,” kata Lukman menyesalkan.

Camat Lukman juga menyayangkan justru koordinator aksi itu, dikenalnya sebagai seorang wartawan. ”Apakah wartawan dibenarkan menjadi koordinator aksi demo, mewakili penambang liar lagi,” katanya. Akhirnya tim kembali ke kantor camat dan menerima massa pendemo.

Setelah aksi membubarkan diri, dan tim hendak kembali lagi ke Sumbawa, salah seorang anggota tim dari Dinas Pertambangan mengeluarkan SK tim. Ternyata ketua tim penertiban adalah Danramil Alas Kapten TNI I Wayan Suledra. Dan yang bersangkutan baru tahu kalau dia menjadi ketua tim. ”Kalau saya tahu tadi, saya maju terus tadi,” kata camat menirukan Danramil.

Sementara itu, Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad mengungkapkan, tim sudah tiga kali memberikan surat peringatan. Tetapi surat peringatan tersebut tidak diindahkan oleh para pelaku PETI. Akhirnya tindakan yang dilakukan adalah penertiban dengan tim ini.

”Tim gabungan dari Polri, TNI dan dari pemerintah daerah serta instansi terkait langsung ke lokasi. Memang ada sempat penolakan atau mungkin tidak terima, karena kami akan melakukan penertiban,” ujar kapolres kepada wartawan, kemarin.

Kapolres mengatakan, sebelumnya sudah disampaikan bahwa penertiban ini harus dilakukan. Karena jika dibiarkan akan merusak lingkungan. Bagaimanapun juga jangan sampai praktek pertambangan ilegal dibiarkan.

”Kami masih menunggu hasil evaluasi. Penertiban harus tetap dilakukan,” ujarnya. (jar/run/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya