Metropolis

PU Dapat Dana “Kaget” Rp 99 Miliar

Jalan

MATARAMA�– Jika tahun-tahun sebelumnya Pemkot Mataram kesulitan mendapatkan dana untuk memperbaiki jalan lingkungan. Tahun ini justru kebanjiran dana.

Pemerintah pusat mengucurkan dana alokasi khusus (DAK) perbaikan infrastruktur sebesar Rp 99,3 miliar lebih. a�?Ini tidak lepas dari kerja keras kita semua, juga lobi-lobi kita ke pusat,a�? kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin (23/8).

Dengan dana ini, ia menargetkan semua jalan lingkungan yang rusak akan mulus tahun ini. Dengan demikian persoalan infrastruktur dianggap selesai. Sehingga tahun berikutnya pemerintah akan fokus pada sektor lain yang membutuhkan penanganan serius.

Seperti pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perbaikan sarana prasarana dan fasilitas perkotaan.

Meski ada penambahan DAK Rp 99 miliar, namun dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 125/PMK.07/2016 tentang Penundaan Penyaluran Sebagian Dana Alokasi Umum, sekitar Rp 20 miliar dana APBD Kota Mataram dipangkas tahun ini.

Akibatnya, beberapa program SKPD yang cukup penting terpaksa ditunda, dan akan diajukan lagi dalam APBD murni tahun 2017. a�?Sebenarnya program ini sangat prioritas untuk dilaksanakan,a�? kata Ahyar.

Sekadar informasi, terbitnya Perpres nomor 66 tahun 2016 A�tersebut membuat pemerintah pusat menetapkan target defisit anggaran dalam APBN 2016 sebesar Rp 273,2 triliun atau 2,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Hal ini berdampak langsung pada daerah, termasuk Kota Mataram. Sebab di dalam Perpres itu, terdapat perubahan rencana pendapatan negara. Itu akhirnya berpengaruh pada pagu definitif nilai transfer pusat ke berbagai daerah.

a�?Jadi, di kota Mataram itu untuk bagi hasil pajak, ada kenaikan pagu sebesar Rp 4 miliar lebih. Tapi di sisi lain untuk bagi hasil bukan pajak, terdapat penurunan 24 miliar lebih,a�? kata Kepala BPKAD Kota Mataram, Yance Hendra Dirra.

Adanya kenaikan dan penurunan pada dua item berbeda ini, memunculkan agregat. Rencana pendapatan dari pemerintah pusat, berkurang cukup besar. Mencapai, Rp 20,910 miliar. Inilah yang membuat APBD Perubahan yang hampir final, harus dilakukan beberapa perubahan sebelum ditetapkan. a�?Tahu-tahu kita menerima Perpres, maka kita lakukan penyesuaian-penyesuaian,a�? lanjut dia.

Penyesuaian itu diakui Yance berdampak pada belanja program kegiatan yang sudah ada. bahkan ada beberapa program stragegis terpaksa dilempar dan direncanakan ulang pada APBD tahun 2017.

a�?Jadi secara proporsional semua SKPD di Kota Mataram, terkena dampaknya. Tetapi dengan catatan, program (yang dimundurkan) adalah kegiatan yang belum ditender atau dikontrak,a�? tegasnya.

Namun disisi lain, lanjut Yance, meski ada kekurangan agregat rencana pendapatan, sisi baiknya, pemerintah pusat telah memberi tambahan DAK yang dikhususkan untuk infrastruktur Jalan dan Jembatan. Nilainya cukup besar yakni Rp 99,37 miliar.

a�?Nah yang Rp 99 miliar lebih ini tidak boleh dialihkan untuk hal lain. Harus jalan dan jembatan. Karena itu, saya yakin di tahun ini semua jalan lingkungan di Kota Mataram, 100 persen mantap,a�? ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, H Mahmudin Tura, membenarkan, adanya tambahan DAK sebesar Rp 99 miliar itu, sepenuhnya untuk pengerjaan jalan dan jembatan. Namun, di Kota Mataram, karena jembatan secara umum kondisinya baik, maka hampir bisa dipastikan anggaran, bisa diarahkan untuk perbaikan jalan.

a�?Nanti kita jelaskan ke pemeritah pusat, jika kondisi Jembatan hampir semua kondisinya disini baik semua, sehingga Insya Allah yang Rp 99 miliar itu bisa diarahkan untuk perbaikan jalan semua,a�?A� jawab Tura.

Dari jalan lingkungan yang sudah memiliki nomor dan nama jalan baik di Pemerintah Kota dan Pusat, tersisa sekitar 20 persen atau setara dengan 60 kilometer yang belum dikerjakan. Jika tidak ada aral melintang, DAK khusus infrastrktur itu cukup untuk menuntaskan pengerjaan jalan lingkungan di Kota Mataram.

a�?Jika itu bisa dipakai untuk perbaiki jalan semua, maka jalan yang masuk dalam kategori K1 di Kota Mataram, bisa kita tuntaskan semua. Ya 99 persenlah tahun ini,a�? ujarnya. (ili/zad/r5)

Related posts

Hampir Separo Remaja Puteri Anemia

Redaksi Lombok Post

Pengadaan Beras Bulog NTB di atas Rata-Rata Nasional

Redaksi Lombok Post

Operator Kembalikan Motor Sampah

Redaksi Lombok Post