Lombok Post
Headline Kriminal

Di Mataram dan Lobar Komplotan Ini Bobol 50 Rumah dan Toko

DICIDUK : Tiga anggota komplotan pembobol rumah kosong, Roni, 17 tahun (kiri), Dodik GS, 21 tahun (tengah) dan Ahmad, 17 tahun diintrogasi polisi di Polsek Cakranegara, kemarin (24/8).

MATARAM – Tim Opsnal Polsek Cakranegara meringkus A�sejumlah tersangka A�pembobol sejumlah rumah maupuntoko, kemarinA� (24/8). Mereka Roni, 17 tahun, Dodik GS 21 tahun dan Ahmad, 17 tahun. Polisi menduga komplotan ini telah beraksi di sekitar 50 lokasi di Mataram dan Lombok Barat.

a�?Saat diintrogasi, mereka sampai lupa pernah melakukan aksi dimana saja,a�? kata Kapolsek Cakranegara Kompol I Gst Pt. Suarnaya, di Mapolsek Cakra, kemarin (24/8).

Terakhir lanjut Suarnaya, mereka membobol ruko, UD Lombok Jaya MotorA� di Jalan Sandubaya. A�Dalam beraksi kata Suarnaya, para pelaku tak menggunakan alat canggih. Namun mereka memaksimalkan keahliannya memanjat tembok.

a�?Dodik ini sangat lihai memanjat tembok. Biasanya mereka masuk melalui belakang bangunan,a�? imbuhnya.

Suarnaya menjelaskan, jejak mereka terendus setelah polisi menerima laporan dari pemilik ruko (korban), Ni Wayan Susanti, Senin (22/8) lalu. Laporan itu tercantum dalam LP/334/VIII/2016/NTB/Res. Mataram/ Sek. Cakra.

a�?Korban mengadu, langsung kita lakukan olah TKP. Hasilnya, mengarah kepada tiga pelaku,a�? ungkapnya.

Sekitar 22.00 Wita, tim langsung bergerak mencari pelaku. Alhasil, Roni dan Ahmad diciduk dirumahnya Gerung Butun Timur.

a�?Dari introgasi, kita langsung cari otak pelaku,a�? ucapnya.

Akhirnya, Dodik yang dianggap sebagai otak pelaku diciduk dirumahnya saat sedang asyik nonton TV bersama keluarganya. a�?Saat kita tangkap, orang tua pelaku protes,a�? terangnya.

Setelah itu, tim langsung mengamankan barang bukti yang disimpan di gudang khusus. a�?Kami masih cari beberapa hasil curian mereka yang masih disimpan ditempat lain,a�? ungkapnya.

Suarnaya mengatakan, karena ada dua pelaku yang masih di bawah umur. Sehingga, akan dilakukan diversi. a�?Kita akan titipkan nanti ke Paramitha,a�? ujarnya.

Dari perbuatannya, mereka akan dikenakan dengna pasal 363 ayat 1 ke-4 KUHP tentang Pencurian Pemberatan. Dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. (arl/r3)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost