Lombok Post
Selong

Hebohnya Gerak Jalan HUT Kemerdekaan di Masbagik

KEMAYU: Salah satu kelompok peserta gerak jalan di Masbagik yang berprilaku layaknya waria, kemarin (24/8).

Perayaan 17 Agustusan belumlah usai. Di Masbagik, Lombok Timur kemarin (24/8) diadakan gerak jalan untuk memperingati HUT RI ke-71 itu. Ragam aksi unik peserta berhasil menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan.

***

SEJUMLAHA�kendaraan tampak berjalan sangat pelan di seputaran Pasar Paoq Motong, kemarin. Bukan karena pasar yang memang kerap menjadi biang macet. Kali ini penyebabnya gerak jalan yang dilakukan ratusan kelompok pemuda-pemudi Masbagik. 17 Agustus yang telah berlalu sepekan tak menyurutkan semangat mereka.

Semua berjuang maksimal memeriahkan gerak jalan yang sengaja dilakukan pihak kecamatan. Makin unik dan seru lantaran gerak jalan tak sekadar maju dengan langkah tegap. Setiap kelompk tampil dengan gayanya masing-masing.

Sebuah kelompok dari Desa Danger misalnya memilih tampil dengan pakaian adat lengkap. Membawa sapuk hingga keris pusaka, mereka layaknya iring-iringan para raja. Wajah para bangsawan dipasang untuk makin meyakinkan dewan juri yang sudah disebar. a�?Tahun lalu kami menang dengan gaya ini,a�? kata Yoni Ariadi penuh keyakinan.

Walaupun bersetatus juara bertahan, bukan berarti mereka di atas angin. Banyak pesaing unik dan seru yang juga tak mau kalah. Salah satunya tampak dari sebuah kelompok yang sengaja berdandan ala waria. Mereka yang kesemuanya laki-laki tulen namun sengaja mengenakan dandanan menor plus rok mini. Dengan jalan yang sengaja dilenggak-lenggokkan, jadilah mereka pusat perhatian. Sejumlah yel-yel yang sengaja dikeluarkan makin membuat mata tertuju padanya. a�?Jangan lirik-lirik mas, nanti naksir,a�? bunyi salah satu bait lagu yang dinyanyikan dan membuat gelak tawa.

Penampilan memukau lainnya ditunjukkan kelompok yang berdandan ala bayi. Dengan wajah penuh bedak seolah bayi yang baru dimandikan, mereka juga melengkapi diri dengan botol dot raksasa. Belum cukup dengan itu, popok mereka juga menggunakan popok. Sesekali mereka berjongkok dan merangkak di aspal panas menirukan gerak lucu para balita.

Lautan massa yang menghadiri kegiatan tersebut membuat kemacetan parah tak terhindarkan. Pengendara yang bergerak dari barat menuju timur, sampai harus merasakan tiga kilometer kemacetan. Ketika gerak jalan baru menyampai perempatan pasar, antrean kendaraan sudah ada di Kantor Camat Sikur.

Namun sejumlah pengendara yang awalnya tampak kesal nampak terhibur dengan kegiatan unik tersebut. Mereka seolah lupa dengan kekesalannya akibat kehilangan waktu yang sangat berharga. a�?Tak apalah, hiburan di jalan,a�? kata Ridwan, seorang pengendara yang tertahan hingga 30 menit lamanya.

Tawa lepas tampak terpancar dari setiap mata yang melihat. Kali itu mereka begitu dimanjakan. Ada kelompok yang tampil serius, namun begitu banyak yang berhasil membuaat gelak tawa pecah. a�?Masbagik memang beda,a�? kata Danu, seorang remaja yang kala itu berdandan hanya mengenakan pakaian dalam dan celana dalam wanita. (WAHYU PRIHADI /r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost