Lombok Post
Metropolis

Rawat Gajah Malah Digigit Anjing

Boks drh Wahyu
Wahyu Setiawan Yuana dokter hewan senior di NTB.

Wahyu Setiawan Yuana merupakan dokter hewan yang cukup senior di NTB. Hampr semua jenis hewan pernah ia tangani. Dari mulai gajah hingga anjing. Berikut kisahnya.

***

USIANYA sudah tidak muda lagi. Itu terlihat dari rambut dan kumisnya yang mulai memutih. Cara bicaranya pelan dan ramah.

Drh. Wahyu, sapaan akrabnya mengaku sudah tinggal di NTB sejak tahun 1990. Pria kelahiran Surabaya 22 Mei 1967 ini awalnya diajak pamannya.

a�?Saya diajak bekerja menangani peternakan hewan sapi yang ada di Sumbawa. Waktu itu katanya ada 200 hewan sapi yang bakal diternakkan. Tapi setelah tiba di Mataram, eh saya malah diminta jadi PNS. Karena kebetulan saat itu belum banyak dokter hewan di NTB,a�? kenang lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini.

Ia pun kemudian menjadi PNS dan bertugas di Dinas Peterenakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB. Beberapa hewan yang ditanganinya saat itu mulai dari sapi, kuda pacu, kerbau, menjangan hingga gajah.

a�?Saat itu ada tiga gajah yang saya tangani,a�? ungkapnya.

Karena ia bekerja di Provinsi NTB, wilayah kerjanya pun bukan hanya di Mataram. Melainkan seluruh Pualu Lombok dan Pulau Sumbawa.

Selain sebagai tenaga dokter hewan di pemerintahan, ia juga membuka praktek. Praktek itu ia mulai buka sekitar tahun 2000. Lokasinya di Cakranegara.

Ia menangani berbagai persoalan hewan. Mulai dari hewan perternakan hingga hewan piaraan. “Kebetulan respon masyarakat sangat baik. Mereka datang ke tempat praktik saya membawa hewan piaraan atau hewan ternaknya. Kalau dulu, kadang saya yg dipanggil untuk datang ke rumah pemilik hewan,” ucapnya.

Namun, tidak berlangsung lama, ia pun menghentikan kebiasaannya menjadi dokter hewan panggilan. Itu karena banyak tema seprofesinya yang protes.

a�?Teman-teman di Puskeswan merasa keberatan. Jadi agar tidak menimbulkan masalah, saya berhenti menerima panggilan. Saya terima di tempat praktek saja. Itu pun saya hanya memantau mengatasi masalah kesehatan hewan piaraan saja,a�? kata dia.

Sejumlah hewan yang mengalami masalah kesehatan ditangani drh. Wahyu. Mulai dari kucing, anjing, unggas, bahkan babi juga pernah ia tangani.

Risiko yang dihadapi saat melaksanakan tugas diungkapkannya juga tidak mudah. Mulai dari ancaman penyakit menular dari hewan, ancaman fisik hingga komplain dari pemilik hewan.

a�?Saya pernah mengobati anjing. Saat mengobati, saya digigit anjing tersebut. Terpaksa saya lari berobat ke UGD dan itu harus saya tanggung sendiri. Saya suntik anti tetanus, jadinya biaya berobat saya di UGD lebih besar dari biaya yang saya dapatkan mengobati hewan tersebut,a�? kenangnya sambil tertawa. (Hamdani Wathoni/Mataram/r6)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost