Lombok Post
Metropolis

Imigrasi Mataram Jamin Bebas Pungli

MEMBLUDAK: Sejumlah calon TKI mengurus dokumen keberangkatan ke Malaysia di LTSP Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM a�� Kantor Imigrasi Mataram sesumbar sudah banyak melakukan pembenahan dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini, mereka berani menjamin bahwa kantor pelayanan yang bertempat di Jalan Udayana tersebut sudah bebas dari pungutan liar (pungli).

a�?Bisa lakukan investigasi saja di sana (kantor imigrasi) kalau memang masih ditemukan praktik percaloan atau pungli,a�? kata Kepala Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Mataram Agung Wibowo, kemarin (25/8).

Ini bertolak belakang dengan keterangan yang disampaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun BNP2TKI. Diberitakan sebelumnya, KPK maupun BNP2TKI menyoroti masih maraknya praktik pungli maupun korupsi dalam pengurusan calon TKI. Praktik ilegal tersebut terjadi dari level terbawah hingga atas.

Agung berdalih, keimigrasian sudah melakukan berbagai pembenahan yang memudahkan pelayanan untuk masyarakat. Sehingga, masyarakat sebenarnya tidak perlu lagi menggunakan jasa calo. Misalnya, pengurusan dokumen bisa dilakukan dengan sistem online. a�?Masyarakat bisa mengurus via online. Jadi, ke imigrasi tinggal foto saja,a�? jelasnya.

Dijelaskan, saat ini memang masih ada praktik biro jasa yang membantu masyarakat untuk mempermudah pelayanan di Imigrasi, khususnya untuk TKI. Namun, keberadaan biro jasa itu sah dan tidak termasuk calo. a�?Biro jasa pengurusan di imigrasi itu sama saja seperti biro perjalanan. Jadi, mereka bantu menguruskan tetapi ada izinnya dan itu sah,a�? katanya.

Terakhir, sudah dilakukan pembenahan administrasi biro jasa. Biro jasa yang resmi saat ini berjumlah sekitar 90. a�?Mana biro jasa yang bermasalah langsung kita cabut izinnya,a�? kata Agung.

Selain itu, pihaknya juga sudah meminimalisir persentuhan antara masyarakat atau biro jasa dengan petugas keimigrasian. Penataan ruang pelayanan, kata Agung, sudah dibenahi untuk membatasi akses dari luar kepada petugas imigrasi. Sehingga, ia mengklaim, inovasi itu menutup kemungkinan adanya petugas keimigrasian yang melakukan jasa pungli. a�?Jadi, kita pastikan tidak bisa dilakukan pemalsuan dokumen apapun. Semuanya berjalan sesuai prosedur,a�? pungkasnya. (uki/r9)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost