Lombok Post
Headline Praya

Kalah dari Lobar, Loteng Siap Melawan

PERBATASAN DAERAH: Inilah perbatasan Lombok Tengah dengan Lombok Barat di Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya, belum lama ini.

PRAYA – Wilayah Nambung yang berpenduduk 135 kepala keluarga (KK) di Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya Lombok Tengah (Loteng), akhirnya lepas ke tangan kabupaten tetangga, Lombok Barat (Lobar).

Bukti pelepasan hak, tertuang dalam berita cara kesepakatan kedua belah pihak, disaksikan pemerintah provinsi dan pusat.

a�?Dalam kesepakatan itu, Nambung bukan milik kita lagi,a�? tekan Kabag Hukum Setda Loteng H Mutawali pada Lombok Post, kemarin (25/8).

Kendati demikian, kata Mutawali Pemkab tetap akan mempersoalkan wilayah seluas 155 hektare (ha) tersebut. Dengan cara, melakukan banding atau gugatan hukum.

Landasannya yaitu, Undang-undang Nomor Tahun 69 Tahun 1958, tentang pembentukan daerah tingkat II dalam wilayah daerah tingkat I Bali, NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kemudian, Perda Nomor 7 Tahun 2011, tentang RTRW. Lalu, Permendagri Nomor 76 Tahun 2012, tentang pedoman penegasan batas daerah dan penunjukan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsurtanal).

Keputusannya, wilayah Nambung masuk dalam titik koordinat kartometrik (TK) I, TK II dan TK III atau bagian dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

a�?Yang jelas, Loteng sejak berdiri, hingga sekarang tidak pernah melakukan pemekaran. Luasnya tetap 1.208,39 kilometer (km), atau setara dengan 120.839 hektare (ha),a�? kata Mutawali.

Untuk itulah, pihaknya tetap akan memperjuangkan dan melakukan perlawanan terhadap hasil kesepatan, yang tertuang dalam berita acara yang dimaksud.

a�?Sekali lagi, berita acara kesepakatan yang kita pegang tersebut, belum final. Itu bukan menjadi keputusan hukum, tapi sebatas kesepakatan biasa saja,a�? tekannya.

A�Secara administratif, tambah Mutawali memang sebagian warga Desa Nambung, memegang KTP dan KK yang diterbitkan kabupaten tetangga.

Tapi, secara geografis tetap masuk kawasan Loteng. Persoalan sengketa tapal batas itu sendiri, kata Mutawali mencuat di publik pada tahun 2011 lalu, hingga sekarang.

a�?Perlu saya tekankan juga, sampai sekarang belum ada keputusan apa-apa, soal Nambung itu,a�? kata Kabag Administrasi Pemerintahan Umum (APU) Setda Loteng Lalu Aknal Affandi, terpisah.

Khususnya, kata Aknal keputusan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kecuali, berita acara kesepakatan itu saja. Sehingga, Lobar tidak boleh main klaim.

a�?Dokumen hukum atau dokumen apa pun itu, kami belum tahu. Sehingga, Nambung tetap masuk wilayah kita,a�? tambah Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin.(dss/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost