Lombok Post
Tanjung

Melihat Pengembangan Demplot Stroberi di Lombok Utara

PANEN: Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar (kiri) saat memanen stroberi yang ditanam melalui demplot di lahan UPB BBI PPH Santong, kemarin (25/8).

Sembalun, Lombok Timur dikenal sebagai salah satu daerah penghasil stroberi dan kentang di NTB. Namun rupanya dua jenis tanaman itu juga bisa tumbuh di Lombok Utara. Seperti yang dikembangkan di UPB Balai Benih Induk (BBI) Padi Palawija Holtikultura (PPH) Santong, Kayangan.

***

Di lahan seluas sekitar 9 hektare yang ada di UPB BBI PPH Santong tampak ditanami sejumlah tanaman. Ada yang menarik, di lahan tersebut juga tampak buah stroberi ditanam menggunakan polibag. Padahal selama ini kita mengetahui stroberi bisa tumbuh baik di dataran tinggi.

Namun berkat kerja sama Unram dengan UPB BBI PPH Santong, dimulailah penanaman stroberi awal dengan demplot menggunakan polibag sejak dua bulan lalu.

a�?Kita ketahui stroberi ini bagus ditanam di dataran tinggi. Tetapi kenapa kita tidak coba tanam di dataran medium seperti di Santong ini, dan hasilnya ternyata juga bagus,a�? ujar Prof M Sarjan selaku ketua tim research unggulan strategi nasional, saat ditemui di Santong, kemarin (25/8).

Diakui Sarjan, stroberi yang ditanam di BBI PPH ini merupakan benih dari Sembalun. Setelah coba ditanam, buah stroberi yang dihasilkan pun memiliki kualitas berbeda. Seperti warna merah lebih terang, buahnya manis, dan ukurannya lebih besar.

Bibit stroberi yang diambil dari Sembalun ini dicari yang stolon dengan panjang 7 hingga 10 sentimeter. Dengan kondisi dataran medium atau 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Santong ternyata stroberi berhasil tumbuh dan berbuah bagus.

Untuk suhu yang dibutuhkan, Sarjan mengungkapkan dibutuhkan suhu malam sekitar 15 hingga 20 derajat celcius. a�?Stroberi ini bisa hidup di dataran rendah juga tetapi tidak bisa berbuah. Memang membutuhkan spot tertentu dan ternyata di Santong ini bisa berhasil,a�? katanya.

Dengan berhasilnya, demplot ini, Sarjan mengatakan pihaknya bersama Pemkab Lombok Utara akan menyebarkan benih-benih ini kepada masyarakat sekitar agar bisa dikomersialkan.

a�?Di sini kan banyak objek wisata air terjun. Jadi masyarakat bisa mengembangkan stroberi ini dan dijadikan salah satu agrowisata untuk menarik wisatawan seperti yang ada di Sembalun,a�? tuturnya.

Untuk tahap awal, Sarjan mengaku, akan menyiapkan benih stroberi sebanyak 500 benih untuk satu kelompok tani. Apalagi BBI PPH juga sudah menyiapkan kelompok tani yang akan mengembangkan bibit stroberi ini. a�?Ini percobaan pertama kami dan Alhamdulillah berhasil,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar terlihat sangat senang. Dia mengungkapkan jika memang stroberi berhasil ditanam di Lombok Utara maka ini bisa menjadi salah satu produk wisata yang bisa ditawarkan khususnya melalui agrowisata.

a�?Saya lihat stroberi yang ada di sini lebih bagus hasilnya daripada di Sembalun, jadi kenapa tidak kita kembangkan,a�? ujarnya.

Ditambahkan, pemkab akan membantu pengembangan agrowisata stroberi ini dengan menyediakan anggaran bagi 10 ribu wirausahaan baru. Dari jumlah tersebut target awal di APBDP 2016 berjumlah 100 kelompok.

Dari jumlah tersebut pihaknya berharap ada kelompok yang melakukan usaha di bidang pertanian khususnya pengembangan stroberi ini.

a�?Potensi ini bisa menunjang pariwisata. Kita akan maksimalkan dan memberikan multiplayer effect bagi sektor lain,a�? jelasnya.

Untuk itu, Najmul sudah mengistruksikan jika memungkinkan, dinas terkait untuk menganggarkan bantuan khususnya untuk pengadaan benih dan memberikan pelatihan kepada kelompok tani maupun masyarakat.

a�?Ini kan lahan percobaan, dan kita harus keluar untuk mengembangkannya,a�? cetusnya.

Untuk pemasaran, Najmul mengatakan, pemerintah akan tetap memfasilitasi. Khususnya dengan membentuk asosiasi. Sehingga nanti jika perhotelan di Lombok Utara membutuhkan produk bisa dipenuhi asosiasi.

a�?Yang jelas harus terjaga kualitasnya, jumlah cukup, dan kontinuitas harus terjamin. Artinya setiap waktu dibutuhkan bisa dipasok,a�? pungkasnya. (PUJO NUGROHO/r9)

Berita Lainnya

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost

PAD Diperkirakan Sudah Tembus Rp 3 Miliar

Redaksi LombokPost

Dikpora Pertanyakan Juklak dan Juknis

Redaksi LombokPost

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

Redaksi LombokPost

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

Redaksi LombokPost