Lombok Post
Metropolis

NTB Butuh Insinyur Pertanian

PANEN: Wagub NTB H. Muhammad Amin (tiga dari kiri) didampingi Bupati Lombok Timur H Ali Bin Dahlan (dua dari kiri) saat panen raya padi uji coba Pupuk Magic Green di Desa Lenek, kemarin (25/8).

SELONG a�� Provinsi NTB memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sayangnya, ini belum diikuti oleh kesiapan tenaga ahli yang memadai. Sehingga, banyak potensi yang dimiliki daerah ini belum tergarap maksimal.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB H. Muhammad Amin pun berharap semakin banyak putra-putri daerah yang bisa menjadi insinyur di masa mendatang. Khususnya insinyur di bidang pertanian. Pasalnya, pertanian mejadi salah satu sektor andalan NTB.

a�?Saya mengajak pemuda-pemudi NTBA� agar dapat menjadi insinyur-insiyur pertanian yang andal, ahli peternakan, ahli irigasi, ahli seleksi benih, ahli pemupukan, ahli pemberantas hama, ahli tanah, dan lain-lain,a�? kata Amin saat mengikuti panen raya padi uji coba pupuk magic green di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur, kemarin (25/8).

Ia berharap ada regenerasi petani dan golongan ahli tani. Keberadaan para insinyur di masa mendatang akan sangat membantu daerah ini untuk terus berinovasi dan meningkatkan kemampuan dalam menyediakan pangan bagi bangsa dan daerah. Apalagi, NTB ini termasuk lumbung pangan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Amin sekaligus memberi apresiasi terhadap keberhasilan petani yang telah berhasil melakukan panen perdana uji coba magic green. a�?Kerja keras dan dedikasi para petani selama ini, telah terbukti dengan pelaksanaan panen padi ini,a�? kata Amin.

Ia menekankan, petani adalah agen pembangunan yang sangat penting bagi daerah, yang ikut berkontribusi menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat NTB bahkan nasional.

Sementara, panen perdana uji coba pupuk magic green diinisiasi oleh PT Setia Bersama bekerjasama dengan PPL Kabupaten Lombok timur. Uji coba pupuk magic green terbilang cukup sukses karena mampu meningkatkan hasil panen petani. Magic green meningkatkan hasil panen petani dari satu hektare akan menghasilkan 10 ton yang sebelumnya hanya 6 ton. (uki/r7)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi