Lombok Post
Headline Tanjung

Pemkab Mau a�?Ngangkat Banka�?

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar

TANJUNG – Pemkab Lombok Utara saat ini sedang memutar otak. Mereka mencari cara untuk mengatasi dampak dari penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) yang dilakukan oleh Menteri Keuangan (Menkeu).

Diberitakan sebelumnya, Lombok Utara menjadi salah satu daerah di NTB yang mengalami penundaan DAU. Besaran DAU yang ditunda untuk Lombok Utara mencapai Rp 7,2 miliar lebih per bulan.

Penundaan ini terhitungh mulai September hingga Desember mendatang. a�?Ini yang sedang kita cari solusinya,a�? ujar Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, kemarin (25/8).

Ditambahkan, pemkab saat ini tengah melakukan pembahasan. Terkait program apa saja yang terkena dampak dari penundaan DAU ini.

a�?Mana program yang bisa kita tunda atau mungkin tidak ditunda, tetapi dicarikan cara agar bisa dituntaskan, ini sedang dicari formulasinya,a�? tandasnya.

Untuk menutupi kemungkinan kekurangan anggaran, pihaknya akan memanfaatkan fasilitas peminjaman daerah. Salah satunya yang disediakan negara melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Selain itu juga bisa melalui BPD yang bisa digunakan dalam hal kredit infrastruktur daerah dan deposito di Bank NTB. a�?Mana yang akan kita pakai masih kita bicarakan,a�? cetusnya.

Bupati juga menegaskan, penundaan DAU ini tidak disebabkan oleh rendahnya serapan anggaran di Lombok Utara. Sampai kemarin, realisasi serapan anggaran sudah mencapai 32,28 persen.

Menurut bupati, Jika dilihat dari tahun sebelumnya, realisasi ini termasuk wajar. Realisasi ini belum diakumulasikan dengan biaya belanja proyek yang sedang berjalan.

a�?Sekarang ada yang dikerjakan miliaran rupiah. Kalau belanja-belanja ini diakumulasikan maka realisasi akan meningkat tajam,a�? tandasnya.

A�Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menegaskan pos anggaran untuk gaji ASN yang masuk dalam DAU tidak akan terganggu. a�?Tidak ada istilahnya gaji ASN kita pakai untuk menanam sayur. Insya Allah tidak terganggu,a�? katanya sambil tersenyum.

Untuk diketahui, setiap tahunnya Lombok Utara menerima DAU dari pusat sebesar Rp 398 miliar. Jika dibagi 12, maka per bulannya Lombok Utara mendapatkan DAU sebesar Rp 33 miliar lebih.

Dari jumlah tersebut jika ditunda Rp 7,2 miliar lebih maka masih tersisa yang diterima mulai September Rp 26 miliar lebih. Sedangkan anggaran gaji ASN yang dibayarkan pemkab menggunakan DAU per bulannya hanya sebesar Rp 10 miliar. (puj/r7)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost