Lombok Post
Headline Kriminal

Terdakwa Bantah Caplok Duit Sapi

SIDANG PERDANA: Terdakwa Trias Kunaedi Doelhadi dan Lalu Fajardi keluar dari arena persidangan usai menyalami hakim dan jaksa di Pengadilan Tipikor Mataram, kemarin (25/8).

MATARAM – Terdakwa Trias Kunaedi Doelhadi dan Lalu Fajardi menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Mataram, kemarin (25/8). Keduanya diadili terkait dugaan korupsi program Bumi Sejuta Sapi (BSS).

Dalam persidangan itu, dua terdakwa membantah telah menikmati uang dari pengadaan bibit sapi. Tapi, keduanya tidak menampik ada kesalahan administrasi.

Sidang itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Yapi, didampingi hakim anggota Ferdinand M Leander dan Abadi. Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) diwakili Marollah. Sedangkan, terdakwa didampingi penasihat hukum Syarifuddin Lakuy.

Dalam uraian dakwaan JPU, dua terdakwa diduga terlibat korupsi pengadaan sapi bibit pengembangan integrasi ruminansia. Proyek tersebut bagian dari program Bumi Sejuta Sapi (BSS) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB 2013. Sumber dana dari APBN sebesar Rp 7,8 miliar. Rinciannya, untuk Kabupaten Sumbawa sebesar Rp 4,8 miliar, dan Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp 3 miliar.

Ketika proyek turun, terdakwa Trias Kunaedi Doelhadi bertindak selaku ketua tim pemeriksaan barang, sedangkan Lalu Fajardi selaku anggota. Belakangan dalam proses penyaluran sapi bibit di Kabupaten Sumbawa ada persoalan. Sesuai dokumen kontrakA� bibit sapi dengan cara menyerahkan sapi sesuai spesifikasi teknis. Namun jaksa menyebut rekananA� penyedia barang menyerahkan uang kepada kelompok tani ternak. Yakni, kelompok ternak Ai Sangar Desa Jorok, SumbawaA� Rp 164.400.000 dan kelompok tani ternak Rose Lestari, Sumbawa Rp 156 juta.

Nah, saat pemeriksaan barang, keduanya membuat laporan jika bibit sapi telah disalurkan kepada kelompok ternak. Hasil pekerjaan mereka itu dituangkan dalam berita acara.A� Berita serah terima pekerjaan itu digunakan penyedia barang untuk mengajukan pembayaran kepada PPK.

a�?Akibat perbuatan dua terdakwa, negara dirugikan Rp 532.485.371,a�? kata jaksa Marollah dalam dakwaannya, kemarin.

Usai membacakan dakwaan, ketua Majelis Hakim Yapi memberikan kesempatan kepada dua terdakwa untuk menanggapi materi dakwaan. Keduanya pun berkonsultasi dengan penasihat hukumnya.

a�?Kami tidak mengajukan keberatan,a�? kata dia.

Sidang pun ditunda hingga pekan depan. Agenda persidangan masuk tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Penasihat Hukum terdakwa, Syarifuddin Lakuy menegaskan, kliennya sama sekali tidak pernah menikmati uang. Keduanya itu hanya keliru menandatangani berita acara penyerahan barang.

a�?Nilai kerugian negara itu tidak pernah dinikmati terdakwa,a�? tegasnya.

Ia menjelaskan, saat pemeriksaan barang kliennya turun ke kelompok ternak. Saat itu, semua sapi ada dikandangnya. Keduanya pun tidak mengetahui jika ada penerima bantuan yang hanya diberikan uang, bukan bibit sapi.

a�?Ketika turun ke kelompok ternak, ada sapi dikandangnya. Sekali lagi, ini hanya kesalahan administrasi saja,a�? tandas dia. (jlo/r3)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Alhamdulillah, Bantuan Jadup Cair Besok