Lombok Post
Ekonomi Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Kenalkan BPU

JADI PESERTA: Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mataram Sudiono (kanan) pose bersama Ketua Parfi NTB HL Winengan yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan mandiri.

MATARAM – BPJS Ketenagakerjaan Mataram gencar melakukan sosialisasi program ke masyarakat luas.

Termasuk program mandiri yang dikenal dengan Program BPJSTK Bukan Penerima Upah (BPU).

Pekerja BPU adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut.

Pekerja ini bisa meliputi pemberi kerja dimana pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri.

Selain itu pekerja yang tidak termasuk pekerja di luar hubungan kerja yang bukan menerima upah, seperti tukang ojek, supir angkot, pedagang keliling, dokter, pengacara atau advokat, artis, dan lain-lain.

a�?Kami memperkenalkan program ini dalam Kongres Parfi di Mataram beberapa waktu lalu,a�? kata Ketua BPJS Ketenagakerjaan Mataram Sudiono pada Lombok Post kemarin.

Peserta dapat mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan secara bertahap dengan memilih program sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta.

Termasuk dapat mendaftar sendiri langsung ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan atau mendaftar melalui wadah/kelompok/mitra/payment point (aggregator/perbankan) yang telah melakukan Ikatan Kerja Sama (IKS) dengan BPJS Ketenagakerjaan.

a�?Kami ingin mencoba memberikan pemahaman bagaimana memproteksi diri dari risiko,a�? ujarnya.

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari programA�ini. Di antaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), terdiri dari biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja, biaya perawatan medis, biaya rehabilitasi.

Termasuk penggantian upah Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB), santunan cacat tetap sebagian, santunan cacat total tetap, santunan kematian (sesuai label), biaya pemakaman, santunan berkala bagi yang meninggal dunia dan cacat total tetap.

Jaminan Kematian (JK), terdiri dari biaya pemakaman dan santunan berkala.

Jaminan Hari Tua (JHT), terdiri dari keseluruhan iuran yang telah disetor, beserta hasil pengembangannya.

Sementara iuran ditetapkan berdasarkan nilai nominal tertentu berdasarkan upah sekurang-kurangnya setara dengan upah minimum provinsi/kabupaten/kota.

Besaran iuran yang harus dibayarkan jaminan kecelakaan kerja sebesar satu persen, jaminan hari tua minimal dua persen, jaminan kematian 0,3 persen. a�?Iuran ditanggung sepenuhnya oleh peserta,a�? jelasnya.

Cara pembayaran bisa tiga bulan, enam bulan, bahkan satu tahun bayar di depan.

Sehingga ini akan semakin memudahkan pekerja mandiri seperti pekerja seni yang ada di pusat maupun daerah mengikuti program ini.

a�?Semua bisa menjadi peserta dan wajib ikut perlindungan termasuk pekerja seni,a�? tandasnya. (nur/*/r3)

Berita Lainnya

BPJS TK NTB Gelar Pasar Murah 2.046 Paket Sembako

Redaksi Lombok Post

BPJSTK NTB Lindungi 25.545 Pekerja Migran Indonesia

Redaksi Lombok Post

BCA Salurkan CSR Untuk Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post