Lombok Post
Metropolis

Pak Ahyar Kurang Puas

GEBYAR PBB-SIR
DOORPRIZE: Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh (kanan) memberikan doorprize kepada Camat Sandubaya Lalu Samsul (kiri) yang mewakili warganya saat penutupan Gebyar PBB, kemarin (29/8).

MATARAMA�– Gebyar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun ini ditutup dengan kurang memuaskan. Target realisasi 90 persen saat jatuh tempo, 29 Agustus tidak tercapai. Hanya tertahan di angka 76,85 persen.

Wajib pajak skala besar yang diharapkan meluniasi di menit-menit akhir tak kunjung datang. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi dalam laporannya menyebutkan, realisasi penerimaan selama gebyar PBB, 25 Juli sampai 28 Agustus sebesar Rp 8,7 miliar atau 38,58 persen, dengan jumlah wajib pajak sebanyak 22.875 orang.

Sebelumnya, dari Januari hingga 24 Juli, penerimaan PBB sebesar Rp 8 miliar lebih atau 37,28 persen. Sehingga total realisasi PBB Kota Mataram menjadi Rp 16,9 miliar atau 76,85 persen, dengan jumlah wajib pajak 58.238 orang.

a�?Realisasi selama enam bulan sama dengan yang satu bulan selama gebyar,a�? kata Syakirin.

Menurut Syakirin, dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan jumlah penerimaan PBB sebesar Rp 1,1 miliar pada bulan yang sama tahun 2015, dengan wajib pajak 14.543 orang.

Ia menjelaskan, dalam rangka mencapai target Dispenda sudah mendatangi semua lingkungan untuk menagih PBB dengan mobil keliling. Bahkan ada yang minta dilayani hingga malam hari.

a�?Dengan sisa waktu yang ada sampai Desember mendatang, kami harap dapat realisasi target PBB Rp 22 miliar,a�? katanya.

Kondisi ini tidak memuaskan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Meski terjadi peningkatan jumlah penerimaan PBB, Ia meminta jajarannya lebih kerja keras lagi untuk mencapai target Rp 22 miliar.

Ia meminta objek pajak besar dikejar agar mereka memenuhi kewajibannya. Baik itu pengusaha maupun investor yang punya lahan di Kota Mataram.

Dispenda diminta memperkuat koordinasi dengan para camat, lurah, dan kepala lingkungan untuk terus bergerak mengejar target capaian.

Peningkatan pendapatan daerah ini sangat dibutuhkan saat ini. Karena, APBD sendiri sudah dua kali mengalami pemotongan. Sehingga dibutuhkan suntikan dana dari pendapatan daerah untuk menutupi kekurangan kas daerah.

Pada penutupan gebyar PBB 2016, Dipenda Kota Mataram melakukan pengundian doorpize PBB dengan hadiah utama uang tunai sebesar Rp 15 juta untuk enam orang wajib pajak. Sedangkan hadiah lain berupa 18 unit televisi LCD, enam unit sepeda, 12 unit notebook, dan enam unit handphone yang diundi secara bebas.

Penerimaan hadiah utama uang tunai Rp 15 juta diwakili masing-masing camat. Sedangkan hadiah lain dapat diambil oleh wajib pajak penerima hadiah di kantor Dipenda Kota Mataram di Jalan HOS Cokroaminoto No.1 Mataram dengan menunjukkan bukti pembayaran PBB. (ili/r5)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost