Lombok Post
Metropolis

Tiga Batal Berangkat, Lima Masih Tertunda

PERIKSA: Salah seorang JCH asal Lombok Barat saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Mataram, pekan lalu. Pemeriksaan kesehatan diwajibkan bagi JCH sebelum berangkat ke Tanah Suci.

MATARAM – Sebanyak tiga jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Bima dipastikan batal menunaikan ibadah haji tahun ini. Impian mereka untuk menginjakkan kaki ke Tanah Suci tertunda karena alasan kejiwaan.

a�?Ada JCH yang batal berangkat dan masih tertunda keberangkatannya karena alasan sakit,a�? kata Kepala Bidang Haji Kemenag Kanwil NTB Maad Umar.

Petugas di bidang kesehatan Asrama Haji Mataram yang dikonfirmasi lebih lanjut menjelaskan, ketiga jamaah tersebut telah dilakukan pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut di RSJ Mutiara Sukma NTB. Hasil pemeriksaan tersebut tidak merekomendasikan ketiganya untuk bertolak ke Tanah Suci.

Seharusnya ketiga jamaah tadi bertolak ke Tanah Suci kemarin siang (30/8), bersamaan jamaah haji asal Kabupaten Bima lainnya yang tergabung dalam kloter enam. Rombongan JCH kloter enam sendiri berjumlah 360 orang. Namun, yang akhirnya bertolak ke tanah suci hanya 352 orang.

a�?Selain tiga JCH yang batal karena alasan kejiwaan tadi, ada juga dua jamaah dari kloter enam yang tertunda keberangkatannya karena sakit jantung,a�? kata salah seorang petugas bidang kesehatan di Asrama Haji.

Sejauh ini, total tercatat lima JCH yang masih tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Mereka tidak lolos uji kesehatan di Asrama Haji dan harus dirawat inap terlebih dahulu di RSUP NTB. Lima jamaah yang masih tertunda keberangkatannya tersebut diantaranya, dua orang JCH asal Bima, satu asal Lombok Tengah, dan masing-masing satu JCH asal Lombok Barat, dan Lombok Timur.

a�?JCH yang tertunda karena sakit masih menjalani rawat inap. Jika kondisi sudah memungkinkan baru bisa diberangkatkan ke Tanah Suci,a�? Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Mataram I Wayan Diantika.

Sementara, jika hingga pemberangkatan kloter terakhir kondisi kesehatan JCH tersebut belum juga menunjukkan perbaikan, mereka kemungkinan batal berangkat tahun ini. Sehingga mereka harus menunggu pemberangkatan tahun berikutnya. (uki/r7)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost